JAKARTAHYPE.COM - Transformasi fisik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, belakangan ini menjadi sorotan publik. Perubahan penampilan signifikan tersebut terungkap setelah ia tidak lagi menjabat dalam posisi tersebut.
Dito Ariotedjo mengonfirmasi bahwa ia berhasil menurunkan berat badan secara signifikan, mencapai angka fantastis yaitu 40 kilogram. Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen jangka panjang terhadap kesehatan pribadinya.
Menurut pengakuannya, kunci utama di balik penurunan berat badan masif ini adalah penyesuaian pola makan yang disertai perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen berat badan.
Salah satu strategi diet yang ia terapkan adalah pembatasan asupan kalori harian yang sangat ketat. Dito membatasi konsumsi energinya hingga berada di kisaran 800 hingga 1.000 kalori per hari.
Selain fokus pada asupan makanan, Dito juga mengintegrasikan rutinitas olahraga yang disiplin dalam kesehariannya. Disiplin dalam beraktivitas fisik ini turut mendukung pencapaian target penurunan berat badannya.
Aspek lain yang ia kurangi secara drastis adalah kebiasaan mengonsumsi makanan ringan atau camilan di antara waktu makan utama. Pengurangan camilan ini menjadi bagian integral dari defisit kalori yang ia jalani.
Dito Ariotedjo memaparkan metodenya saat ditemui oleh awak media di lingkungan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Momen ini menjadi kesempatan baginya untuk berbagi pengalaman.
"Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin maksimal 800-1.000 kalori per hari," kata Dito, dikutip detikNews saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Dikutip dari detikNews, strategi yang diterapkan Dito ini sejalan dengan prinsip defisit kalori yang sering direkomendasikan oleh para ahli gizi untuk mencapai penurunan berat badan yang substansial.