JAKARTAHYPE.COM - FIFA telah mengambil langkah signifikan terkait manajemen fisik pemain dalam persiapan menuju perhelatan akbar Piala Dunia 2026 mendatang. Keputusan terbaru ini mencakup pengenalan resmi hydration break atau jeda minum yang akan diterapkan di semua pertandingan.
Kebijakan ini bukan merupakan terobosan baru di ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Sejarah mencatat bahwa hydration break resmi pertama kali diperkenalkan dan diterapkan dalam gelaran Piala Dunia sebelumnya.
Secara historis, momen resmi pertama penerapan jeda minum dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada edisi tahun 2014 yang diselenggarakan di Brasil. Hal ini menunjukkan bahwa FIFA telah melakukan uji coba dan evaluasi terhadap kebutuhan pemain terkait kondisi fisik dan cuaca.
Keputusan untuk memperkuat aturan ini juga didasarkan pada evaluasi menyeluruh yang dilakukan FIFA selama kompetisi lain. Evaluasi tersebut mencakup pelaksanaan Piala Dunia Antarklub yang digelar pada musim panas lalu di wilayah Amerika Serikat.
Kebutuhan akan istirahat tambahan ini muncul setelah adanya masukan dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pertandingan. Pemain dan staf pelatih dari tim-tim besar, seperti Chelsea, menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi saat bertanding di bawah kondisi cuaca yang sangat panas.
Menanggapi kebutuhan tersebut, FIFA secara resmi mengumumkan pada bulan Desember lalu mengenai detail implementasi jeda minum ini. Semua 104 pertandingan yang akan berlangsung di Piala Dunia 2026 akan mendapatkan penghentian sementara pertandingan.
Penghentian sementara ini direncanakan berlangsung selama tiga menit penuh di tengah setiap babak pertandingan. Waktu spesifik yang ditetapkan untuk jeda minum ini adalah sekitar menit ke-22 di babak pertama dan menit ke-65 di babak kedua.
Dikutip dari sumber yang membahas perkembangan aturan ini, "Hydration break atau jeda minum di Piala Dunia 2026 sebenarnya bukanlah hal baru." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa FIFA hanya mengukuhkan kembali praktik yang sudah ada sebelumnya.
Lebih lanjut, Dikutip dari sumber berita tersebut, "Sejarah mencatat bahwa hydration break resmi pertama dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada tahun 2014 di Brasil." Fakta ini memberikan konteks waktu mengenai kapan kebijakan serupa mulai diakomodasi secara resmi oleh badan sepak bola dunia.