JAKARTAHYPE.COM - Aktris ternama Prilly Latuconsina baru-baru ini berbagi pengalaman pribadinya mengenai tantangan yang ia hadapi terkait penampilan fisik, khususnya bentuk wajahnya yang bulat. Pengakuan ini disampaikan Prilly saat menghadiri sebuah acara kecantikan di Jakarta.
Perempuan berusia 29 tahun tersebut mengungkapkan bahwa meskipun ia telah berhasil menurunkan berat badan, bentuk wajahnya tetap cenderung terlihat bulat atau chubby. Hal ini disebabkan oleh struktur wajahnya yang memang memiliki tipe wajah bulat secara alami.
Pengalaman ini sempat menimbulkan rasa kurang nyaman bagi Prilly, terutama karena tuntutan pekerjaannya yang selalu terekam kamera, baik di televisi maupun dalam film layar lebar. Ia merasa tampilan di layar sering kali memperlebar bentuk wajah aslinya.
"Aku dulu chubby banget. Setelah berat badan turun pun ternyata wajahku tetap terlihat chubby karena memang tipe mukaku bulat, bukan yang tirus," ungkap Prilly saat acara Cellbooster Choose Beauty Wisely di Hotel Novotel, Tangerang, baru-baru ini.
Prilly melanjutkan bahwa ketidakpercayaan diri tersebut sempat membayangi kariernya di dunia hiburan yang sangat mengandalkan visual. Ia merasa penampilannya di layar kurang ideal sesuai harapannya.
"Awalnya aku cukup tidak percaya diri karena di TV wajahku terlihat lebar banget. Di film juga rasanya yang kelihatan muka selayar," tambah Prilly mengenai persepsi penampilannya di media.
Meskipun sempat merasa kurang percaya diri, bintang film Kira-Kira Kau Rumah ini menegaskan bahwa ia tidak pernah terpikir untuk melakukan perubahan drastis pada bentuk wajahnya. Baginya, menerima bentuk wajah adalah bentuk penghargaan terhadap ciptaan Tuhan.
"Aku tidak mau mengubah bentuk wajah karena aku merasa ini memang ciptaan Tuhan. Kalau diubah total mungkin bisa terlihat berbeda, tapi itu bukan yang aku cari," kata Prilly.
Alih-alih mengubah total, Prilly memilih mencari solusi perawatan yang dapat membantu mendefinisikan kontur wajahnya tanpa menghilangkan volume alami atau ciri khas wajah bulatnya. Ia secara spesifik menyoroti area rahang yang kurang tegas.