JAKARTAHYPE.COM - Tren kuliner roti sourdough menunjukkan daya tahannya yang luar biasa, bahkan telah berlangsung selama lebih dari lima tahun di Indonesia. Fenomena ini terus berkembang, menghadirkan inovasi baru yang menarik perhatian para penikmat roti.

Salah satu kreasi terbaru yang tengah naik daun adalah croissant yang dibuat menggunakan adonan sourdough. Produk ini menawarkan kombinasi tekstur yang diinginkan, yaitu sangat flaky atau berlapis, renyah di bagian luar, namun tetap kaya akan rasa khas fermentasi.

Fenomena peningkatan popularitas sourdough secara masif terjadi bertepatan dengan periode pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Pada masa itu, banyak foodies dan penggemar roti mulai mendalami teknik pembuatan roti yang lebih tradisional ini.

Roti sourdough memiliki perbedaan mendasar dibandingkan roti komersial pada umumnya karena proses pembuatannya yang mengandalkan ragi alami. Ragi alami ini dikenal sebagai starter, yaitu campuran tepung dan air yang sengaja difermentasi dalam jangka waktu tertentu.

Proses fermentasi alami inilah yang membedakan sourdough dari roti yang menggunakan ragi instan komersial. Penggunaan ragi alami ini memberikan karakteristik rasa asam yang unik serta manfaat pencernaan yang lebih baik.

Keistimewaan sourdough ini pernah diuraikan secara mendalam oleh salah satu pakar di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa ada dasar ilmiah di balik mengapa roti jenis ini tetap diminati oleh masyarakat luas.

"Dokter Debryna Dewi Lumanauw yang merupakan salah satu ahli sourdough di Indonesia, pernah mengungkap keistimewaan sourdough," Dikutip dari detikFood.

Dengan munculnya kreasi inovatif seperti croissant sourdough, dapat disimpulkan bahwa permintaan terhadap produk fermentasi alami ini tetap tinggi dan terus mengalami peningkatan kualitas.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Food.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.