JAKARTAHYPE.COM - Tren minum air putih yang dimodifikasi dengan berbagai tambahan suplemen kini ramai diperbincangkan di jagat maya, dikenal sebagai "Stacked Water." Praktik ini digagas dengan tujuan membuat proses hidrasi harian menjadi lebih menarik sekaligus diklaim membawa manfaat kesehatan tambahan.

Fenomena ini dipopulerkan oleh Jeffrey Ma, seorang ilmuwan pangan sekaligus kreator konten yang mendorong inovasi dalam rutinitas hidrasi. Ia berpendapat bahwa jika hidrasi dan konsumsi suplemen dapat dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan, maka tidak perlu terpaku pada cara minum air putih konvensional.

Secara teknis, pembuatan stacked water melibatkan pencampuran air putih dengan berbagai zat tambahan dalam satu wadah, seperti gelas atau tumbler. Bahan-bahan yang sering digunakan meliputi kolagen, kreatin, elektrolit, spirulina, vitamin, mineral, hingga air kelapa.

Beberapa praktisi tren ini juga menambahkan elemen lain untuk meningkatkan cita rasa dan pengalaman, seperti potongan buah segar, air soda, atau daun mint. Langkah ini menunjukkan bahwa aspek kenikmatan visual dan rasa menjadi pertimbangan utama dalam tren ini.

Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa untuk tujuan hidrasi dasar, air putih biasa sudah memadai dan sangat cukup untuk kebutuhan tubuh. Hal ini disampaikan oleh Dr. Lohitaksha H. Suratkal, seorang ahli nefrologi senior dari Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Lilavati, Mumbai.

Dilansir dari Vogue Arabia, Dr. Lohitaksha menjelaskan bahwa tren kesehatan memang sering silih berganti datang dan pergi seiring waktu. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa stacked water mungkin memberikan manfaat spesifik pada kelompok tertentu, terutama atlet yang melakukan aktivitas fisik berat.

"Orang yang berolahraga dengan intensitas tinggi biasanya butuh elektrolit," ujarnya, mengindikasikan bahwa penambahan elektrolit mungkin relevan bagi mereka yang banyak kehilangan mineral melalui keringat.

Sebagai seorang spesialis ginjal, Dr. Lohitaksha menekankan pentingnya kehati-hatian sebelum mengadopsi tren ini secara masif. Ia menyarankan agar setiap penambahan suplemen harus didahului dengan konsultasi medis terlebih dahulu.

"Sebab, beberapa bahan tambahan dapat menyebabkan asupan kalori, garam, atau nutrisi tertentu menjadi berlebihan," kata Dr. Lohitaksha H. Suratkal, menyoroti risiko konsumsi berlebihan dari campuran suplemen.