JAKARTAHYPE.COM - Pergantian tampuk kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momen penting untuk evaluasi dan penguatan program-program strategis. Hal ini diutarakan oleh seorang tokoh terkemuka di bidang kesehatan global.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, secara khusus menitipkan tiga pesan penting kepada Kepala BGN yang baru, Sudaryono. Pesan-pesan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam memajukan program gizi di Indonesia.
Menurut Prof Tjandra, transisi kepemimpinan ini merupakan momentum emas untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus pada perbaikan manajemen program dinilai krusial untuk efektivitasnya.
"Pergantian kepemimpinan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Prof Tjandra Yoga Aditama.
Beberapa perkembangan terkait rencana pengembangan program MBG telah mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Rencana ini mencakup perluasan jangkauan penerima manfaat program.
Tidak hanya terbatas pada anak-anak usia sekolah, program ini juga dipertimbangkan untuk menjangkau ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk memberikan perlindungan gizi komprehensif.
"Dalam beberapa pekan terakhir muncul sejumlah rencana pengembangan program MBG. Di antaranya memperluas sasaran penerima manfaat, tidak hanya anak sekolah tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui," kata Prof Tjandra Yoga Aditama.
Selain itu, pemerintah juga memiliki rencana untuk memperluas cakupan program ke wilayah-wilayah yang tergolong tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ini merupakan langkah strategis untuk pemerataan akses gizi.
Pemanfaatan fasilitas lain di luar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga sedang dipertimbangkan. Dapur sekolah yang dianggap memenuhi syarat menjadi salah satu alternatif yang sedang dikaji.