JAKARTAHYPE.COM - Aktris Yasamin Jasem kini mengalami perubahan kebiasaan yang cukup spesifik setelah rampung menjalani proses produksi film horor terbarunya. Perubahan ini bukanlah terkait dengan rutinitas harian seperti pola tidur, melainkan sebuah reaksi emosional ketika berhadapan dengan kiriman paket.
Perubahan perilaku ini muncul sebagai dampak langsung dari premis cerita yang ia perankan dalam film berjudul Paket Santet. Yasamin merasa bahwa alur cerita film tersebut sangat relevan dan terasa dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia.
Hal ini menyebabkan munculnya rasa waspada yang tidak biasa di benak sang aktris. Ketika paket kiriman tiba di kediamannya, muncul sebuah pertanyaan yang mengganggu mengenai isi paket tersebut.
Yasamin Jasem memaparkan bahwa daya tarik utama dari film Paket Santet terletak pada kedekatannya dengan kehidupan nyata. Ia menekankan bahwa tema yang diangkat adalah sesuatu yang mungkin pernah dialami atau setidaknya sangat familiar bagi banyak orang.
"Daya tarik Paket Santet adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sialnya pasti ada orang yang pernah mengalaminya," tutur Yasamin Jasem dalam keterangan resminya yang dirilis pada Jumat (3/7/2026).
Setelah menyelesaikan seluruh proses syuting, dampak psikologis dari pendalaman karakter mulai terasa dalam kehidupan pribadinya. Perubahan signifikan ini terlihat jelas dalam responsnya terhadap paket yang datang.
Lonjakan Permintaan Gitar Pemula Dipicu Tren Belajar Musik Digital di Kalangan Milenial
Ia kemudian menjelaskan secara rinci mengenai ketakutan baru yang menghantuinya pasca-produksi film tersebut. "Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket," ungkap Yasamin.
Ketakutan tersebut berakar pada spekulasi yang muncul mengenai isi kiriman fisik yang datang kepadanya. "Rasanya muncul ketakutan, 'gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?'" kata Yasamin Jasem.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana sebuah karya fiksi, terutama dalam genre horor yang kuat, dapat meninggalkan jejak emosional yang mendalam pada para pelaku seni yang terlibat di dalamnya.