Jakarta, JakartaHype.com - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 siap menyuguhkan salah satu duel paling panas dan sarat emosi saat Portugal bentrok dengan Kroasia di Toronto Stadium, Kanada. Pertandingan hidup-mati ini dijadwalkan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan TVRI Sport pada Jumat (3/6/2026) pagi pukul 05.00 WIB, di bawah kepemimpinan wasit asal Argentina, Facundo Tello.
Sama-sama melaju ke fase gugur dengan status runner-up grup, kedua raksasa Eropa ini diprediksi bakal bertarung sengit. Di atas kertas, Portugal memang membawa modal kedalaman skuad yang mewah dan rekor pertemuan yang lebih superior. Namun, Kroasia sudah berkali-kali membuktikan diri sebagai tim yang paling gemar menjegal negara-negara elite dunia.
Reuni Dua Legenda: Ronaldo vs Modric
Daya tarik utama laga ini tidak lain adalah pertemuan dua megabintang senior, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Pernah bahu-membahu mempersembahkan empat trofi Liga Champions untuk Real Madrid pada periode 2012–2018, kini keduanya harus saling sikut demi tiket babak 16 besar.
Aura respek yang besar begitu terasa menjelang laga. Gelandang andalan Portugal, Bernardo Silva, bahkan terang-terangan menyebut kapten Kroasia itu sebagai panutan hidupnya.
"Luka adalah idola saya. Bukan cuma karena permainannya, tapi bagaimana cara dia menjaga kariernya di level tertinggi pada usia sekarang adalah inspirasi besar bagi semua pesepak bola," ujar bintang Manchester City tersebut kepada Reuters.
Silva bahkan mengaku menyimpan jersei Modric yang ia minta usai laga City vs Real Madrid sebagai salah satu koleksi paling berharga di rumahnya. "Saya doakan yang terbaik untuknya, tapi tentu tidak untuk dua hari ke depan karena kami ingin mengalahkan mereka," imbuhnya sembari bercanda.
Tantangan Internal Portugal dan Karakter Turnamen
Meski diunggulkan, Bernardo Silva mengakui Portugal memiliki tantangan tersendiri dalam hal adaptasi taktik. Berbeda dengan Spanyol atau Jerman yang mayoritas pemainnya tumbuh di liga domestik, penggawa Selecao das Quinas tersebar di berbagai kompetisi Eropa dengan filosofi bermain yang berbeda-beda.
Meski demikian, Silva menilai urusan taktik akan menjadi nomor dua dalam laga sekrusial ini. "Dalam turnamen dengan sistem gugur, emosi, intuisi, dan momen-momen kecil yang akan menentukan hasil akhir," kata Silva, sembari menambahkan bahwa peta kekuatan sepak bola internasional kini sudah jauh lebih merata.
Kroasia Siap Bungkam Kritik
Di kubu seberang, pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, pasang badan terhadap kritik yang sempat menimpa anak asuhnya. Baginya, keberhasilan menembus fase gugur adalah bukti sahih bahwa generasi emas Kroasia belum habis.
"Saya rasa kami telah kembali ke posisi kami yang sebenarnya seperti delapan tahun lalu. Lolos ke babak gugur adalah langkah kecil pertama," ujar pelatih berusia 59 tahun tersebut.
Dalic juga meminta para suporter untuk terus memberikan cinta dan dukungan penuh kepada Luka Modric dkk, apa pun hasil akhirnya nanti. "Tim nasional ini layak diapresiasi atas apa yang sudah mereka berikan untuk negara, bukan malah dikritik saat kami menelan kekalahan," tegas Dalic.
Catatan Perjalanan dan Rekor Pertemuan
Portugal melangkah ke babak 32 besar setelah finis di bawah Kolombia di Grup K. Pasukan Roberto Martinez sempat ditahan imbang RD Kongo 1-1, mengamuk 5-0 atas Uzbekistan, dan bermain kacamata dengan Kolombia. Portugal memegang rekor impresif dengan delapan laga beruntun tanpa kekalahan (5 menang, 3 imbang) dan hanya kebobolan empat gol. Jika menang, mereka sudah ditunggu raksasa Eropa lainnya, Spanyol, di babak 16 besar.
Sementara itu, Kroasia yang merupakan runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga edisi 2022, mengawali turnamen dengan kekalahan 2-4 dari Inggris. Namun, mental baja berbicara saat mereka bangkit menekuk Panama 1-0 dan Gana 2-1. Di laga kontra Gana, Luka Modric (40 tahun) menobatkan diri sebagai pencetak assist tertua dalam sejarah Piala Dunia saat mengkreasi gol Nikola Vlasic.
Kendati punya mentalitas turnamen yang kuat, sejarah tidak memihak Kroasia. Dari 10 bentrokan terakhir, Kroasia kalah 7 kali dari Portugal, termasuk kekalahan menyakitkan di babak 16 besar Euro 2016 silam.
Prediksi Laga
Pertandingan dipastikan berjalan ketat dan menguras energi. Jika trio Portugal—Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva mampu tampil klinis di depan gawang, Selecao memiliki peluang yang sedikit lebih besar untuk mengakhiri mimpi Kroasia dan melaju ke babak berikutnya.
Reuni Ronaldo-Modric: Duel Sengit Portugal vs Kroasia Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Alan Wijaya
02-07-2026 • 21 : 15 WIB
•
6773 Views
Reuni Ronaldo-Modric: Duel Sengit Portugal vs Kroasia Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 (Foto: Duel Portugal dan Kroasia di Babak 32 Besar/TVRISport)
×