Jakarta, JakartaHype.com - Cara seseorang berbicara ternyata tidak hanya memengaruhi jalannya percakapan, tetapi juga bisa menunjukkan cara berpikir dan kemampuan memahami orang lain. Dari obrolan sehari-hari, kita bisa melihat apakah seseorang mampu menjalin komunikasi yang baik atau justru sebaliknya.

Psikolog Dave Smallen menyebutkan bahwa ada beberapa kebiasaan saat mengobrol yang sering dikaitkan dengan rendahnya kecerdasan. Kebiasaan tersebut dapat membuat lawan bicara merasa tidak nyaman dan hubungan menjadi kurang akrab.

Berikut beberapa di antaranya, seperti dirangkum dari Your Tango.

1. Tidak Memberi Kesempatan Orang Lain Bicara

Orang yang sering memotong pembicaraan biasanya ingin segera menyampaikan pendapatnya sendiri. Akibatnya, lawan bicara tidak punya kesempatan menyelesaikan ucapannya.

Kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai. Selain itu, sikap tersebut juga menunjukkan kurangnya kesabaran dan kemampuan untuk mendengarkan.

2. Selalu Ingin Ceritanya Lebih Hebat

Saat orang lain bercerita, mereka langsung membalas dengan pengalaman yang dianggap lebih menarik. Seolah-olah setiap percakapan harus menjadi ajang untuk menunjukkan siapa yang memiliki kisah paling luar biasa.

Padahal, tujuan mengobrol adalah saling berbagi pengalaman, bukan mencari perhatian. Dave Smallen menyarankan agar kita lebih dulu memahami perasaan lawan bicara sebelum menceritakan pengalaman sendiri.

3. Sulit Mengakui Pendapat Orang Lain

Orang dengan kebiasaan ini cenderung ingin menang dalam setiap pembicaraan. Mereka sulit menerima pandangan yang berbeda dan selalu berusaha membuktikan bahwa pendapatnya paling benar.

Padahal, percakapan yang sehat seharusnya menjadi tempat untuk bertukar pikiran, bukan saling mengalahkan.

4. Merasa Paling Tahu

Kebiasaan lain adalah suka menjelaskan banyak hal meski tidak diminta. Mereka merasa memiliki pengetahuan yang lebih baik sehingga sering memberikan nasihat atau penjelasan kepada orang lain.

Menurut Smallen, tindakan seperti ini bisa membuat lawan bicara merasa dianggap tidak tahu apa-apa. Meski niatnya baik, terlalu sering menggurui justru dapat merusak suasana obrolan.

5. Terburu-buru Memberi Solusi

Saat seseorang menceritakan masalahnya, tidak semua orang mengharapkan saran. Ada yang hanya ingin didengarkan dan dimengerti.

Karena itu, langsung memberi solusi tanpa mengetahui kebutuhan lawan bicara dapat menunjukkan kurangnya empati. Komunikasi yang baik adalah mendengarkan lebih dulu, lalu menawarkan bantuan jika memang dibutuhkan.