JAKARTAHYPE.COM - Sebuah video yang menampilkan kesedihan mendalam seorang anak perempuan di Bali telah menggugah perhatian publik di media sosial. Anak bungsu dari seorang pria berinisial KD ini terlihat menangis histeris saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka.

Peristiwa pilu ini terjadi di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Sang ayah, KD, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga melakukan pencurian ayam aduan.

Kejadian pengeroyokan yang menyebabkan kematian KD ini berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WITA di wilayah Tabanan, Bali.

Kepala Desa Sidatapa, I Made Sutama, turut merasakan kesedihan mendalam atas kejadian tersebut. "Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap beliau.

Menindaklanjuti kasus ini, Polres Tabanan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelima tersangka ini memiliki inisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

Terkait dampak psikologis dari peristiwa ini, spesialis kedokteran jiwa, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa pengalaman seorang anak menyaksikan kematian tragis orang tuanya, apalagi dalam suasana emosional yang intens, berpotensi menimbulkan trauma.

"Dalam kasus yang diberitakan, sang anak tampak menangis histeris saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka, sementara peristiwa kematian ayahnya akibat dugaan pengeroyokan masih menjadi perhatian publik dan sedang didalami aparat," kata dr. Lahargo.

Menurut dr. Lahargo, dari sudut pandang psikologis, anak yang mengalami kejadian serupa dapat merasakan berbagai bentuk trauma. Trauma ini dapat memengaruhi perkembangan emosional dan mental mereka di masa mendatang.

Dikutip dari detikBali, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan hukum yang adil dan upaya perlindungan bagi anak-anak yang terdampak oleh kekerasan.