JAKARTAHYPE.COM - Ketika seseorang memulai perjalanan menurunkan berat badan, penyesuaian fundamental pada pola makan dan minuman harian menjadi langkah awal yang krusial. Di antara berbagai pilihan, teh hijau dan kopi hitam sering dipertimbangkan sebagai alternatif minuman yang lebih sehat.
Kedua minuman populer ini diyakini memiliki manfaat kesehatan signifikan, terutama dalam mendukung proses pembakaran lemak tubuh. Pertanyaan yang sering muncul adalah, manakah di antara keduanya yang menawarkan efektivitas lebih tinggi dalam mencapai tujuan diet tersebut?
Dilansir dari Indiantimes, teh hijau telah lama diakui sebagai minuman pendukung penurunan berat badan. Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan di Cambridge University Press pada tahun 2024, melalui analisis 22 uji klinis acak, menemukan korelasi antara konsumsi teh hijau rutin dengan penurunan berat badan rata-rata sekitar 1,23 kilogram dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Kandungan senyawa aktif epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau terbukti berperan penting dalam upaya ini. EGCG diketahui mampu mengurangi akumulasi lemak tubuh, memperbaiki rasio lingkar pinggang terhadap pinggul, serta menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang.
Ahli gizi terdaftar dari Balance One Supplements, Trista Best, menjelaskan bahwa teh hijau mendukung penurunan berat badan melalui mekanisme ganda. "Pertama, kandungan kafein di dalamnya merupakan stimulan alami yang dapat meningkatkan metabolisme untuk sementara. Peningkatan laju metabolisme ini membantu tubuh membakar lebih banyak kalori," jelas Trista Best, dikutip dari Eat This, Not That.
Selain kafein, Best menambahkan bahwa antioksidan EGCG juga berkontribusi langsung pada proses metabolisme lemak. "Selain itu, teh hijau mengandung antioksidan, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang dikaitkan dengan peningkatan oksidasi lemak. Artinya, tubuh menjadi lebih efisien menggunakan lemak sebagai sumber energi," lanjutnya.
Studi lain yang terbit di Wiley Online Library tahun 2012 juga menguatkan peran teh hijau dalam mempertahankan hasil diet. Minuman ini membantu menjaga berat badan ideal dengan meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak selama fase pemeliharaan berat badan.
Namun, konsumsi teh hijau perlu diperhatikan jumlahnya agar tidak berlebihan, karena dapat memicu efek samping terkait asupan kafein yang tinggi. "Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau per hari dapat memberikan manfaat bagi penurunan berat badan tanpa menyebabkan asupan kafein berlebihan," pungkas Trista Best.
Perlu diketahui bahwa teh hijau dan matcha berasal dari tanaman yang sama, Camellia sinensis, namun perbedaannya terletak pada proses pengolahan. Teh hijau biasanya dikeringkan dan digulung sebelum diseduh, sementara daun matcha dikeringkan tanpa digulung lalu digiling halus hingga seluruh bagian daun ikut dikonsumsi.