JAKARTAHYPE.COM - Aktris Hannah Murray, yang dikenal luas melalui perannya sebagai Gilly dalam serial populer Game of Thrones, baru-baru ini membagikan pengalaman traumatis yang memaksa dirinya menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Perjalanan kelam ini terungkap melalui memoar terbarunya yang berjudul The Make-Believe: A Memoir of Magic and Madness.
Kejadian mengejutkan ini berawal ketika Murray terlibat dalam sebuah kelompok energy healing yang ia deskripsikan memiliki karakteristik seperti sebuah sekte. Di dalam kelompok tersebut, ia mulai meyakini bahwa dirinya telah dirasuki oleh entitas jahat atau iblis.
Peristiwa kunci yang memperburuk kondisinya adalah interaksi dengan seorang pemimpin kelompok bernama Steve. Steve mengklaim bahwa ia telah melakukan ritual pengusiran setan terhadap Murray saat sang aktris sedang menjalani proses syuting film Detroit.
Murray menceritakan bagaimana pengaruh Steve sangat besar terhadap persepsinya saat itu, membuatnya rentan terhadap delusi yang dialaminya. Ia mengungkapkan bahwa pada masa itu, fokusnya hanya tertuju pada energi yang ia rasakan, suara-suara yang terdengar, serta figur Steve yang ia anggap sebagai sosok yang sangat superior.
"Steve mengatakan saya dirasuki iblis saat syuting Detroit. Dia mengaku telah melakukan pengusiran setan pada saya," tulis Hannah Murray.
Ia melanjutkan deskripsi keadaan mentalnya yang terdistorsi tersebut dengan mengatakan, "Saat itu saya hanya memikirkan energi yang saya rasakan di tubuh, suara-suara di kepala saya, dan Steve yang saya anggap sebagai raja, Tuhan, dan cinta terbesar saya," ujar Hannah Murray.
Akibat kondisi psikologis yang memburuk, Murray akhirnya harus menjalani perawatan rawat inap secara paksa di fasilitas kesehatan jiwa. Meskipun telah menjalani perawatan selama tiga minggu, ia mengaku kondisinya belum sepenuhnya membaik saat diizinkan pulang.
"Saya tidak dalam keadaan baik ketika keluar dari rumah sakit. Ini bukan kisah pemulihan yang sederhana. Saya masuk dalam kondisi psikosis berat dan keluar hanya sedikit lebih baik," ungkap Hannah Murray.
Bahkan setelah keluar dari rumah sakit jiwa, keyakinan Murray terhadap delusi tersebut masih kuat, termasuk kesetiaannya yang mendalam terhadap Steve dan organisasi yang mereka bentuk.