JAKARTAHYPE.COM - Timotius Firman, yang dikenal publik sebagai salah satu personel band St. Loco, kini menjalani babak baru dalam hidupnya dengan merintis bisnis kuliner bernama Sambal Babon. Di balik kesuksesan produk sambal tersebut, tersimpan sebuah perjalanan rohani yang mendalam.

Kisah ini bermula dari sebuah proses transformasi pribadi yang dialami oleh Timotius Firman. Ia kini telah memantapkan diri dan melayani sebagai seorang pastor, sebuah peran yang sangat berbeda dari latar belakangnya di dunia musik.

Kesuksesan Sambal Babon ternyata tidak terlepas dari bimbingan spiritual yang ia rasakan selama masa transformasinya. Ia meyakini bahwa setiap langkah bisnisnya mendapatkan tuntunan langsung dari Tuhan.

Perjalanan spiritual ini menjadi fondasi utama bagi Timotius dalam membangun bisnisnya di bidang kuliner. Ia mengaku bahwa jalan hidupnya penuh dengan liku-liku sebelum akhirnya ia menemukan panggilan barunya.

Ide awal untuk menciptakan Sambal Babon muncul ketika Timotius Firman sedang menjalani masa rehabilitasi narkoba pada tahun 2019. Momen tersebut menjadi titik balik yang signifikan dalam hidupnya.

Selama menjalani proses pemulihan di tempat rehabilitasi, ia mulai bereksperimen membuat berbagai jenis sambal sebagai bagian dari kegiatan terapeutiknya. Resep-resep tersebut kemudian mendapat respons positif dari rekan-rekannya di sana.

"Di balik kesuksesan Sambal Babon, Timotius Firman menyimpan perjalanan spiritual," demikian disampaikan mengenai latar belakang bisnis yang kini digelutinya.

Lebih lanjut, mantan musisi tersebut menjelaskan bahwa proses spiritual sangat memengaruhi langkahnya dalam berbisnis. "Musisi St. Loco yang kini menjadi pastor itu mengaku mendapat tuntunan Tuhan," kutipan tersebut menegaskan peran keyakinan dalam kesuksesannya.

Dilansir dari sumber yang membahas kisahnya, ide bisnis ini berawal dari eksperimen yang dilakukan saat masa sulit. "Ide bisnis itu bermula saat ia menjalani rehabilitasi narkoba pada 2019," jelas mengenai kapan momen inspirasi itu datang.