JAKARTAHYPE.COM - Kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih menjadi sorotan serius pemerintah, mengingat tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit ini. Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa setiap menit terdapat dua orang terinfeksi TBC dan setiap empat menit ada satu kematian terjadi.

Dari estimasi total 1,09 juta kasus TBC di Indonesia, baru sekitar 867.000 kasus yang berhasil ditemukan dan menjalani pengobatan. Hal ini menyisakan hampir 300.000 kasus yang belum terdeteksi oleh sistem kesehatan.

"TBC masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan," ujar pria yang akrab disapa Benny dalam sebuah konferensi pers pada Senin (6/4/2026).

Salah satu gejala awal TBC yang seringkali terabaikan adalah batuk, karena sering disamakan dengan batuk akibat flu biasa. Padahal, batuk yang persisten lebih dari dua minggu merupakan indikasi kuat perlunya pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan TBC.

TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara, biasanya melalui droplet saat seseorang bernapas atau batuk. Meskipun paling sering menyerang paru-paru, bakteri ini juga berpotensi menginfeksi bagian tubuh lain seperti tulang belakang, otak, dan ginjal.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Health.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.