JAKARTAHYPE.COM - Dunia kedokteran modern tengah memasuki fase transisi signifikan yang menjanjikan perubahan besar dalam penanganan penyakit. Bergeser dari ketergantungan utama pada farmakologi kimiawi, kini fokus mulai diarahkan pada pendekatan terapi regeneratif.
Pendekatan baru ini mencakup teknologi canggih seperti terapi stem cell (sel punca), terapi gen, serta rekayasa jaringan. Teknologi ini menawarkan potensi untuk mengatasi penyakit hingga ke akar permasalahannya pada tingkat molekuler.
Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk turut serta dalam gelombang perkembangan medis global ini. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.
Komitmen tersebut secara eksplisit disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof Taruna Ikrar. Penyampaian ini dilakukan saat beliau menjadi pembicara kunci dalam acara bergengsi Asian Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Prof Taruna Ikrar memaparkan pandangan strategis BPOM mengenai arah penelitian biomedis. Beliau menekankan bahwa keberhasilan inovasi ilmiah tidak boleh berhenti hanya pada lingkup laboratorium atau publikasi semata.
"Keberhasilan penelitian tidak cukup hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah atau penemuan di laboratorium," ujar Prof Taruna Ikrar.
Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai sejati dari sebuah penemuan baru akan terwujud ketika ia berhasil diimplementasikan untuk kepentingan publik. Inovasi harus memiliki dampak nyata di masyarakat.
Lebih lanjut, Prof Taruna Ikrar juga menggarisbawahi kriteria utama untuk mengukur dampak tersebut. "Inovasi baru akan memiliki nilai nyata apabila dapat diterjemahkan menjadi terapi yang aman, efektif, bermutu, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas," kata Prof Taruna Ikrar.
Artinya, proses regulasi dan standardisasi oleh BPOM akan berfokus pada memastikan setiap terapi regeneratif yang dikembangkan memenuhi standar keamanan dan mutu tertinggi sebelum diakses oleh pasien. Indonesia kini bersiap memasuki era baru pengobatan yang lebih presisi dan regeneratif.