JAKARTAHYPE.COM - Dalam dunia sepak bola, keyakinan dan takhayul seringkali menjadi bumbu penyedap yang tak terpisahkan dari pertandingan besar, bahkan ketika melibatkan kekuatan di luar nalar. Hal ini terlihat nyata ketika lebih dari 100 penggemar sepak bola Kolombia melakukan perjalanan spiritual pada Jumat dini hari.
Mereka berbondong-bondong mendaki puncak Monserrate, sebuah bukit ikonik di Bogotá yang menjulang setinggi 3.152 meter di atas permukaan laut, sebagai bentuk perlawanan esoteris. Lokasi ini dikenal memiliki kekuatan simbolis yang besar dalam tradisi setempat, menjadi titik fokus bagi setiap janji atau doa yang ingin diwujudkan.
Aksi massa ini dipicu oleh beredarnya rumor di media sosial mengenai seorang dukun terkenal asal Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam. Dukun tersebut dikabarkan sedang menyiapkan serangkaian mantra dan kutukan yang ditujukan kepada tim nasional Kolombia beserta para pemainnya.
Menanggapi ancaman supranatural tersebut, para pendukung tim nasional Kolombia segera mengorganisasi diri untuk melawan upaya magis yang diduga dilakukan dari seberang dunia tersebut. Bahkan, mereka membawa serta seorang tabib atau 'chamán' untuk mendampingi upaya spiritual mereka.
Pertarungan simbolis ini terjadi jauh sebelum Kolombia dijadwalkan bentrok dengan Ghana di Kansas pada dini hari tanggal 4 Juli, sebuah jarak lebih dari 8.200 kilometer. Para penggemar berkumpul pukul enam pagi untuk menaklukkan 1.605 anak tangga Monserrate, sebuah pendakian yang bisa memakan waktu antara 55 menit hingga dua jam.
Seorang jurnalis dari Canal Citytv, Gabriela Valencia, menjelaskan alasan di balik pendakian tersebut. "Mereka mendaki untuk menunaikan janji mereka," ujar Gabriela Valencia. Ia menambahkan bahwa tradisi di sana adalah mendaki dengan bertelanjang kaki atau berlutut, "sesuatu yang dilakukan untuk memberikan nilai lebih pada janji yang diikrarkan melalui pengorbanan," jelas Gabriela Valencia.
Valencia, yang turut menemani rombongan hingga puncak meski memilih menggunakan jalur kereta gantung (funicular), menyaksikan para peziarah bersorak-sorai dengan seragam kuning kebanggaan mereka. Bersama sang chamán, mereka dengan lantang meneriakkan prediksi skor, "¡2-0! ¡2-1!" untuk kemenangan Kolombia atas Ghana saat Bogotá terhampar luas di bawah mereka.
Sosok Nana Kwaku Bonsam, yang nama aslinya adalah Stephen Osei Mensah (lahir 1973 di wilayah Ashanti, Ghana tengah), adalah tokoh kontroversial yang beralih profesi menjadi penyembuh dan pendeta fetisis setelah selamat dari ledakan besar yang menyebabkan luka bakar parah. Nama 'Bonsam' yang ia sandang berasal dari bahasa Twi, di mana 'Nana' adalah gelar kehormatan dan 'Bonsam' berarti iblis atau setan.
Bonsam dikenal sering mengklaim telah memengaruhi hasil acara olahraga besar, termasuk dugaan keterlibatannya dalam cedera yang menimpa Cristiano Ronaldo pada tahun 2014, serta menargetkan kapten Inggris, Harry Kane, baru-baru ini. "Saya sedang mengerjakan Harry Kane," ujar dukun tersebut kepada Daily Star sebelum pertandingan Inggris yang berakhir imbang 0-0.