JAKARTAHYPE.COM - Penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Bandung tahun ini akan mengedepankan prinsip bebas dari segala bentuk perpeloncoan dan kekerasan. Langkah ini diambil untuk memastikan pengalaman pertama para siswa baru di lingkungan sekolah berjalan positif dan menyenangkan.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, secara tegas menyampaikan komitmennya untuk menciptakan suasana MPLS yang aman dan mendidik. Ia menekankan bahwa perpeloncoan, yang seringkali berujung pada perundungan atau bullying, tidak akan ditoleransi sama sekali.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung dalam sebuah kesempatan yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan MPLS sesuai dengan harapan. Beliau ingin agar para siswa baru merasa disambut hangat dan terlindungi sejak hari pertama mereka memasuki gerbang sekolah.
"MPLS ini harus menjadi momen yang membahagiakan dan penuh ilmu, bukan malah menjadi trauma bagi anak-anak kita," ujar Yana Mulyana saat memberikan arahan.
Perluasan upaya pencegahan bullying menjadi fokus utama dalam persiapan MPLS kali ini. Pihak sekolah didorong untuk proaktif dalam mengidentifikasi dan menangani potensi kasus bullying sebelum terjadi.
"Kita akan terus perkuat upaya pencegahan bullying di sekolah-sekolah, agar anak-anak merasa aman dan nyaman untuk belajar," kata beliau menegaskan.
Pesan ini juga ditujukan kepada seluruh jajaran pendidikan di Kota Bandung, mulai dari kepala sekolah hingga guru, agar bersama-sama mengawasi dan memastikan tidak ada celah bagi praktik perpeloncoan atau bullying.
Semua pihak diharapkan dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan menghargai setiap individu. Tujuannya adalah agar setiap siswa merasa dihargai dan terbebas dari ancaman kekerasan verbal maupun fisik.
"Agar MPLS ini benar-benar berjalan sesuai dengan amanat dan tidak ada lagi cerita-cerita negatif terkait perpeloncoan atau perundungan di sekolah," demikian ditegaskan oleh Wali Kota Bandung.