JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kerentanan keamanan yang patut diwaspadai baru-baru ini terungkap, mengancam privasi pengguna aplikasi pesan instan populer, WhatsApp Web. Celah ini, yang diidentifikasi dengan nama HermeticReader (CVE-2026-48294), secara spesifik menyerang ekstensi Adobe Acrobat PDF yang terpasang pada peramban web pengguna.

Potensi bahaya ini memungkinkan situs web yang dirancang khusus oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk dapat mengakses percakapan pribadi yang tersimpan dalam akun WhatsApp Web milik pengguna. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran serius bagi keamanan data pribadi.

Para pengguna WhatsApp Web yang juga menginstal ekstensi Adobe Acrobat PDF di peramban mereka kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Ancaman yang muncul tidak hanya terbatas pada pembacaan pesan secara diam-diam.

Lebih jauh lagi, kerentanan ini membuka pintu bagi situs jahat untuk berpotensi mengambil alih kendali akun WhatsApp Web pengguna. Ini berarti peretas dapat mengirim pesan, mengakses informasi kontak, atau bahkan melakukan tindakan lain atas nama pengguna.

Peristiwa ini secara umum terjadi karena interaksi antara ekstensi Adobe Acrobat PDF yang memiliki kelemahan keamanan dengan cara kerja WhatsApp Web yang berjalan melalui peramban. Celah tersebut memungkinkan adanya injeksi kode berbahaya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan perangkat digital, terutama saat menggunakan aplikasi yang menyimpan data sensitif seperti pesan pribadi. Pengguna perlu secara berkala memeriksa dan memperbarui perangkat lunak yang terpasang.

"Sebuah celah keamanan serius, yang dikenal sebagai HermeticReader (CVE-2026-48294), telah teridentifikasi pada ekstensi Adobe Acrobat PDF yang terpasang di peramban web," demikian informasi yang disampaikan.

"Kerentanan ini membuka potensi bagi situs-situs berbahaya untuk mengakses percakapan pribadi pengguna WhatsApp Web," imbuh sumber tersebut.

"Pengguna WhatsApp Web yang juga menginstal ekstensi Adobe Acrobat PDF di peramban mereka kini diimbau untuk lebih waspada," jelasnya lebih lanjut.