JAKARTAHYPE.COM - Sebuah tragedi kemanusiaan kembali membayangi sektor e-commerce dan logistik di Korea Selatan, menyoroti dampak negatif dari praktik kerja yang berlebihan. Peristiwa ini menimpa Jang Deok-jun, seorang kurir berusia 27 tahun.
Jang Deok-jun dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung yang diduga kuat dipicu oleh kelelahan ekstrem. Ia bekerja tanpa henti dalam shift malam yang panjang di sebuah gudang milik perusahaan logistik Coupang.
Kejadian tragis ini pertama kali terjadi pada tahun 2020. Namun, baru pada pertengahan tahun 2026 kasus ini mendapatkan pengakuan resmi dari badan asuransi tenaga kerja Korea Selatan, Comwel.
Comwel secara resmi menyatakan bahwa kematian Jang Deok-jun merupakan akibat dari kelelahan kerja berlebihan atau "overwork". Pengakuan ini memicu kembali perdebatan publik yang sengit.
Perdebatan tersebut berpusat pada kondisi kerja para buruh yang terlibat dalam sektor logistik e-commerce. Banyak pihak menyuarakan keprihatinan mendalam atas kesejahteraan mereka.
"Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang tarif kemanusiaan di balik kelancaran pengiriman barang," ujar seorang pengamat industri yang tidak disebutkan namanya.
Pihak Comwel, melalui pernyataan resminya, menegaskan bahwa pengakuan ini didasarkan pada investigasi mendalam terhadap riwayat kerja almarhum. Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi jam kerja.
"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kematian akibat kerja mendapatkan penanganan yang adil dan layak," kata perwakilan Comwel dalam sebuah jumpa pers.
Perusahaan logistik Coupang sendiri belum memberikan tanggapan resmi yang mendalam terkait pengakuan status kematian akibat kerja ini. Namun, ekspektasi publik agar perusahaan mereformasi sistem kerja mereka semakin tinggi.