JAKARTAHYPE.COM - Fenomena "overtourism" atau pariwisata berlebihan kini menjadi perhatian serius bagi banyak kota besar di benua Eropa. Kondisi ini menyebabkan pengalaman liburan yang tidak menyenangkan akibat keramaian yang ekstrem.

Peringatan datang dari World Travel & Tourism Council, yang menyoroti bahwa pusat-pusat pariwisata utama di Eropa tengah berjuang keras menghadapi dampak negatif dari pariwisata yang berlebihan. Realitasnya, sekitar 80 persen wisatawan global cenderung memadati hanya 10 persen dari total destinasi yang ada.

Kondisi ini diperparah dengan melonjaknya angka perjalanan internasional yang mencapai lebih dari 1,1 miliar orang, sebuah peningkatan sebesar 5 persen. Lonjakan ini memberikan tekanan signifikan pada infrastruktur dan daya dukung destinasi populer.

Menghadapi situasi yang semakin mendesak, banyak pemerintah kota di Eropa mulai menerapkan kebijakan tegas untuk mengendalikan jumlah kedatangan wisatawan. Langkah-langkah pembatasan ini diambil sebagai upaya preventif agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut pada daya tarik wisata dan kualitas pengalaman pengunjung.

"Sekitar 80 persen wisatawan global ternyata menumpuk dan berebut tempat di 10 persen destinasi yang sama," demikian peringatan yang disampaikan oleh World Travel & Tourism Council. Pernyataan ini menggarisbawahi konsentrasi wisatawan yang tidak merata di berbagai destinasi.

"Berdasarkan peringatan dari World Travel & Tourism Council, berbagai pusat pariwisata utama di Eropa kini sedang berjuang keras melawan fenomena overtourism atau pariwisata berlebihan," demikian dilaporkan dalam artikel asli. Pernyataan ini mengindikasikan adanya tantangan besar yang dihadapi oleh otoritas pariwisata Eropa.

"Seiring dengan melonjaknya lonjakan perjalanan internasional sebesar 5 persen hingga menembus angka lebih dari 1,1 miliar orang, banyak pemerintah kota di Eropa yang akhirnya mengambil langkah tegas untuk membatasi jumlah turis," papar artikel tersebut. Hal ini menunjukkan korelasi langsung antara peningkatan perjalanan global dan respons kebijakan pemerintah kota.

Situasi ini semakin diperjelas dengan kutipan dari Time Out pada Jumat, 24 Juni 2026. Laporan tersebut menyoroti bahwa pembatasan jumlah turis oleh pemerintah kota di Eropa merupakan respons langsung terhadap peningkatan mobilitas global.

Dikutip dari Time Out, fenomena overtourism ini telah mendorong berbagai kota untuk segera bertindak. Langkah-langkah pembatasan yang diambil bertujuan untuk menjaga kelestarian destinasi serta mengembalikan kenyamanan bagi para pengunjung.