JAKARTA, JakartaHype.com – YouTube mengumumkan perluasan akses terhadap alat pendeteksi kemiripan wajah (likeness detection tool) yang dirancang untuk membantu kreator mengidentifikasi dan meminta penghapusan konten video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menggunakan citra diri mereka tanpa izin.
Pengumuman ini disampaikan melalui halaman komunitas platform tersebut. Tujuan utama dari perluasan ini adalah memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna dengan mempermudah akses untuk melaporkan konten yang tidak sah.
Meskipun alat ini secara teknis ditujukan untuk kreator, juru bicara YouTube, Jack Malon, menegaskan bahwa siapa pun dapat menggunakan fitur tersebut.
“Dengan perluasan ini, kami menegaskan bahwa baik kreator yang telah mengunggah di YouTube selama satu dekade maupun yang baru memulai, akan mendapatkan akses ke tingkat perlindungan yang sama,” ujar Malon dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip dari Engadget pada Minggu (17/5/2026).
Di tengah semakin sulitnya membedakan antara video asli dan video hasil AI, ketersediaan alat yang lebih luas ini diharapkan dapat membantu masyarakat umum yang tanpa sadar wajahnya muncul dalam video AI yang berpotensi menyesatkan atau berbahaya. Bagi para kreator, alat ini krusial untuk mendeteksi penggunaan citra mereka oleh merek atau perusahaan untuk promosi produk atau layanan tanpa izin.
Sejarah dan Proses Verifikasi
YouTube pertama kali memamerkan alat ini pada tahun 2024 sebelum meluncurkannya secara terbatas pada akhir tahun 2025. Awalnya, akses eksklusif diberikan kepada anggota Program Partner YouTube—kreator yang telah memonetisasi kanal mereka setelah memenuhi syarat jumlah pengikut dan jam tayang. Selanjutnya, alat tersebut diperluas untuk jurnalis dan politisi sebelum akhirnya dibuka untuk audiens yang lebih luas.
Pengguna yang ingin mengakses fitur baru ini harus mendaftar melalui YouTube Studio di komputer mereka. Proses pendaftaran meliputi pemindaian kode QR menggunakan ponsel, pengiriman kartu identitas resmi pemerintah, dan penyelesaian verifikasi video selfie.
Setelah terverifikasi, YouTube akan mulai memindai video yang diunggah untuk mencari potensi kecocokan wajah pengguna. Hasil temuan akan ditampilkan pada tab yang sama. Pengguna kemudian dapat meninjau video yang terdeteksi dan mengajukan permintaan penghapusan, sambil memberikan informasi detail mengenai bagaimana kemiripan mereka digunakan. YouTube juga akan menanyakan apakah video tersebut menyalin suara pengguna untuk evaluasi lebih lanjut, meskipun alat pendeteksi saat ini belum dapat mendeteksi berdasarkan suara saja.