JAKARTAHYPE.COM - Kuning telur seringkali menjadi sorotan dan dihindari oleh sebagian masyarakat karena kekhawatiran akan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Fenomena ini membuat banyak orang memilih untuk mengonsumsi bagian putih telur saja demi menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung.
Namun, benarkah kuning telur menjadi biang kerok utama kolesterol tinggi? Meskipun kuning telur memang mengandung kolesterol, pandangan bahwa ia adalah penyebab tunggal kolesterol tinggi perlu ditinjau ulang.
Spesialis gizi, dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi Mars, Ms, SpGK, menjelaskan bahwa kuning telur memang memiliki kandungan kolesterol sebesar 210 mg. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tingginya kadar kolesterol dalam tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya dari asupan makanan.
"Di dalam kuning telur memang ada kandungan 210 mg kolesterol," ujar dr. Cindiawaty. Ia menambahkan bahwa kadar kolesterol secara alami juga dapat dibentuk oleh tubuh itu sendiri.
Lebih lanjut, dr. Cindiawaty menekankan bahwa makanan yang mengandung lemak jenuh justru memiliki kontribusi yang lebih signifikan terhadap kenaikan kadar kolesterol dibandingkan kuning telur.
"Selain kuning telur, sebenarnya yang lebih bahaya itu makanan yang mengandung lemak jenuh, karena akan berkontribusi atas kenaikan kadar kolesterol kita," ucapnya kepada detikcom, dikutip dari 20detik, Minggu (24/12/2023).
Senada dengan pandangan tersebut, spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Hasjim H, SpJP, menyarankan agar fokus tidak hanya tertuju pada konsumsi telur. Menurutnya, berbagai jenis makanan lain justru berisiko lebih tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan.
"Gorengan, makanan bersantan, hingga daging berlemak justru lebih berisiko jika dikonsumsi berlebihan," kata dr. Hasjim.
dr. Hasjim mengungkapkan bahwa konsumsi satu kuning telur per hari pada umumnya masih dapat memenuhi kebutuhan kolesterol harian seseorang. Sementara itu, putih telur yang bebas kolesterol dapat disesuaikan dengan kebutuhan protein individu.