JAKARTAHYPE.COM - Tingkat kecerdasan seseorang, yang sering diukur melalui skor IQ, ternyata dapat tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk cara mereka memilih pakaian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan intelektual tinggi memiliki karakteristik unik dalam gaya berpakaian yang tidak sekadar mengikuti tren.

Kecenderungan untuk tampil sederhana namun tetap berkelas menjadi salah satu ciri khas orang cerdas. Fenomena ini dapat diamati pada para pemimpin dunia seperti Mark Zuckerberg dan mendiang Steve Jobs, yang memilih gaya minimalis dan konsisten sebagai 'seragam harian' mereka.

Pilihan busana minimalis ini bukan berarti membosankan, melainkan menunjukkan pemahaman akan pentingnya investasi pada pakaian berkualitas untuk membangun citra diri yang kuat. Mereka memprioritaskan tampilan yang tidak berlebihan namun tetap memancarkan kesan elegan dan profesional.

Selain kesederhanaan, individu ber-IQ tinggi juga cenderung menyukai pakaian bergaya klasik yang tidak lekang oleh waktu. Baik itu setelan jas berpotongan presisi atau perhiasan dengan desain abadi, mereka rela berinvestasi pada item mode yang tahan lama.

Pilihan gaya klasik ini mencerminkan kemampuan mereka dalam melihat nilai jangka panjang dan mempertimbangkan perputaran tren mode. Mereka lebih mengutamakan perpaduan antara estetika yang elegan dan fungsi praktis dalam setiap busana yang dikenakan.

Kenyamanan menjadi faktor krusial lainnya bagi orang-orang cerdas saat memilih pakaian. Sebuah survei menunjukkan bahwa mayoritas orang, termasuk mereka yang berintelektual tinggi, menempatkan kenyamanan di atas harga maupun tren terkini.

"Mayoritas orang menempatkan kenyamanan sebagai prioritas utama saat berpakaian, mengalahkan faktor harga maupun tren," demikian hasil survei pasar gaya hidup yang dilakukan oleh Unbound. Pakaian yang nyaman dianggap penting untuk menjaga konsentrasi dan fokus kerja.

Lebih lanjut, orang-orang cerdas cenderung memilih pakaian dengan warna netral atau muted tones. Warna-warna seperti hitam, abu-abu, putih, dan krem dianggap mampu memancarkan kesan elegan, cerdas, dan tenang.

Warna-warna yang terlalu terang dan mencolok dinilai dapat mengalihkan perhatian dari kapasitas diri yang sebenarnya. Oleh karena itu, pilihan warna yang tenang menjadi strategi cerdas untuk menonjolkan kepribadian daripada sekadar penampilan.