• JAKARTAHYPE.COM - Perdebatan mengenai pilihan antara telur ceplok dan telur dadar sering kali menghiasi meja makan, terutama bagi individu yang tengah berfokus pada pola makan sehat atau program penurunan berat badan. Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah apakah kedua olahan telur ini memiliki perbedaan signifikan dari segi kandungan nutrisi.

Menjawab rasa penasaran publik, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, seorang dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, memberikan pencerahan. Beliau menjelaskan bahwa pada intinya, telur ceplok dan telur dadar memiliki profil nutrisi yang sangat mirip.

Perbedaan yang paling menonjol antara keduanya bukanlah berasal dari telur itu sendiri, melainkan lebih kepada kuantitas minyak yang digunakan saat proses penggorengan serta bahan-bahan tambahan lain yang diolah bersamanya.

"Secara umum tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak," ujar Dr Karina.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa inti dari perbedaan nutrisi terletak pada metode memasak, bukan pada jenis olahan telur yang dipilih.

Penjelasan lebih lanjut dari Dr Karina menekankan bahwa kandungan protein, vitamin, dan mineral dalam sebutir telur tetap sama, terlepas dari apakah ia diolah menjadi ceplok atau dadar.

Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita mengolah telur tersebut. Penggunaan minyak yang berlebihan tentu akan menambah asupan lemak dan kalori.

Oleh karena itu, bagi mereka yang sedang menjalani diet ketat, penting untuk memperhatikan jumlah minyak yang digunakan saat menggoreng telur.

"Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak," ungkap Dr Karina dikutip dari laman IPB University, Sabtu (18/7/2026).