JAKARTAHYPE.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak masyarakat menghadapi kenyataan pahit ketika tagihan listrik bulanan melonjak tinggi, padahal mereka merasa telah membatasi penggunaan berbagai alat elektronik di rumah. Fenomena ini disebabkan oleh perangkat yang tetap mengonsumsi daya listrik meskipun tombol daya (power) sudah dimatikan.
Fenomena ini dikenal luas sebagai "energi vampir" atau standby power, sebuah istilah yang menggambarkan konsumsi daya listrik yang terus berjalan tanpa disadari. Meskipun daya yang disedot per jamnya mungkin terlihat kecil, akumulasi dari belasan perangkat yang terhubung 24 jam sehari dapat memberikan dampak signifikan pada total tagihan listrik.
Berdasarkan data hasil riset, terdapat sepuluh kategori perangkat rumah tangga yang diidentifikasi sebagai penyumbang utama pemborosan listrik secara tersembunyi ini. Hal ini menjadi perhatian penting bagi konsumen yang ingin lebih efisien dalam penggunaan energi di rumah tangga.
Set-Top Box (STB) dan TV Kabel termasuk dalam daftar ini karena sering kali tetap aktif mengunduh data atau memelihara koneksi sinyal meskipun televisi sudah dimatikan. Akibatnya, konsumsi listrik STB hampir tidak mengalami perubahan signifikan antara kondisi aktif dan mode standby.
Smart TV modern juga termasuk dalam daftar penyedot energi karena dilengkapi fitur instant-on yang memungkinkan perangkat menyala sangat cepat. Untuk menjaga sensor remote control dan koneksi Wi-Fi tetap siaga, TV jenis ini membutuhkan aliran listrik yang berkelanjutan.
Konsol permainan seperti PlayStation atau Xbox juga memiliki mode rest yang memungkinkan perangkat melakukan pembaruan perangkat lunak secara mandiri. Dalam mode ini, konsol tetap menyedot daya listrik yang cukup besar jika dibandingkan dengan perangkat elektronik lain yang dalam posisi mati.
Banyak pengguna cenderung hanya menutup layar laptop atau membiarkan komputer dalam mode tidur (sleep), namun selama kabel daya atau charger masih terpasang, arus listrik akan terus mengalir untuk menjaga memori sistem tetap aktif.
Microwave, meskipun tidak sedang digunakan untuk memanaskan makanan, tetap mengonsumsi energi melalui panel digital yang menampilkan jam atau lampu indikator. Perangkat ini disebut terus menyedot energi sepanjang waktu tanpa henti.
Kebiasaan membiarkan charger ponsel menempel pada stopkontak setelah baterai penuh juga merupakan pemborosan energi yang sering terabaikan. Transformator di dalam charger tersebut masih berfungsi mengubah tegangan dan membuang energi dalam bentuk panas.