JAKARTAHYPE.COM - Para penjahat siber kini semakin gencar melancarkan berbagai modus canggih untuk menguras saldo rekening para korbannya. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah teknik 'phishing' yang dikirimkan melalui pesan singkat maupun surat elektronik.
"Cara penipuannya sederhana, psikologis korban dipermainkan untuk mengklik link berbahaya yang ternyata disisipi malware untuk mencuri data sensitif, termasuk informasi keuangan," dilansir dari CNBC Indonesia.
Selain melalui pesan jebakan, para pelaku juga mulai menyisipkan perangkat lunak berbahaya ke dalam aplikasi ponsel. Berdasarkan temuan terbaru, terdapat belasan aplikasi yang teridentifikasi mampu mencuri data pribadi hingga membobol rekening pengguna.
"Ada 15 aplikasi terindikasi berbahaya karena bisa mencuri data pribadi hingga membobol rekening korban," dilansir dari McAfee.
Aplikasi-aplikasi tersebut sempat beredar bebas dan mudah diakses melalui toko aplikasi resmi Google Play Store. Secara akumulatif, perangkat lunak berbahaya ini telah diunduh oleh jutaan pengguna di berbagai belahan dunia.
"Aplikasi tersebut sudah di-download sebanyak 8 juta kali, di mana salah satunya banyak berasal dari aplikasi pinjaman online palsu yang disebut sebagai Spy Loan," dilansir dari McAfee.
Dari total daftar yang dirilis, terdapat tiga aplikasi yang diketahui tersedia dan beroperasi di wilayah Indonesia. Ketiga aplikasi tersebut diperkirakan telah terpasang di perangkat milik sedikitnya 2 juta pengguna lokal.
"Seluruh aplikasi berbahaya itu menggunakan nama, logo dan desain seperti aplikasi keuangan resmi," dilansir dari McAfee.
Untuk menjaring korban, para pelaku biasanya mempromosikan iklan palsu melalui berbagai platform media sosial. Mereka menawarkan iming-iming bunga pinjaman yang sangat rendah serta persyaratan yang sangat mudah bagi calon peminjam.