JAKARTAHYPE.COM - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyerukan agar pengembangan vaksin Tuberkulosis (TBC) yang diproduksi di dalam negeri dapat dipercepat. Hal ini menjadi krusial mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar sebagai salah satu negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.
Langkah strategis ini dinilai sangat mendesak untuk dilakukan guna memberikan solusi yang lebih efektif dalam penanganan penyakit menular ini. Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih progresif, bukan sekadar metode konvensional.
Menurut dr. Benny, sapaan akrabnya, penanganan TBC di Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara yang bersifat biasa. Diperlukan sebuah lompatan besar dalam upaya pemberantasan TBC.
Salah satu langkah krusial yang diusulkan adalah melalui penciptaan vaksin TBC nasional. Ini membutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga industri farmasi dan badan regulator.
"Kita harus bekerja secara luar biasa untuk mengatasi TB. Selain pengobatan, penguatan skrining, pelacakan kontak, terapi pencegahan, hingga pengembangan vaksin nasional harus berjalan bersama," tegas dr. Benny saat memberikan sambutan dalam acara Medical Expo FKUI 2026.
Acara penting tersebut diselenggarakan di Kampus FKUI Salemba, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi inovasi dalam melawan TBC.
Pengembangan vaksin TBC nasional dipandang sebagai salah satu solusi inovatif yang dapat memberikan perlindungan jangka panjang dan mengurangi angka kesakitan serta kematian akibat penyakit ini. Upaya ini juga sejalan dengan visi kemandirian bangsa di sektor kesehatan.
"Kita harus bekerja secara luar biasa untuk mengatasi TB," ujar dr. Benny.
"Selain pengobatan, penguatan skrining, pelacakan kontak, terapi pencegahan, hingga pengembangan vaksin nasional harus berjalan bersama," lanjutnya.