JAKARTAHYPE.COM - Kisah haru dua penyintas kanker yang bertemu takdirnya di tengah perjuangan telah mencuri perhatian publik. Liv Shaw, seorang wanita asal Manchester, Inggris, dan belahan jiwanya, Sam, yang juga seorang pejuang kanker, meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan di Las Vegas.

Perjalanan Liv dalam melawan kanker dimulai sejak usia 14 tahun ketika ia didiagnosis menderita osteosarkoma, jenis kanker tulang yang agresif. Penyakit ini memaksanya menjalani amputasi kaki kanan di atas lutut dan bergantung pada lutut prostetik setelah kemoterapi.

Ujian kembali datang pada usia 23 tahun, ketika Liv menemukan benjolan pasca patah tulang rusuk. Pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya tumor kanker, yang meskipun berhasil diangkat tanpa perawatan agresif, menjadi pengingat akan kerentanannya.

Kecurigaan Liv terbukti benar setelah menjalani tes genetik. Ia didiagnosis mengidap Sindrom Li-Fraumeni (LFS), sebuah kondisi genetik langka yang meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker secara signifikan sepanjang hidup.

Menghadapi kenyataan pahit ini, Liv menunjukkan ketahanan luar biasa. "Saya tetap berpikir positif dan menjaga agar semuanya berjalan 'senormal' mungkin. Tapi saya baru berusia dua puluhan dan saya sudah harus melewati dua jenis kanker yang berbeda," ungkap Liv.

Sebagai langkah pencegahan ekstrem, pada tahun 2023, Liv menjalani operasi pengangkatan kedua payudaranya untuk menekan risiko kanker payudara. Ia juga berkomitmen untuk menjalani pemeriksaan medis rutin seumur hidupnya.

Di tengah perjuangan pribadinya, Liv aktif dalam berbagai kegiatan penggalangan dana untuk yayasan kanker. Melalui aktivitas kemanusiaan inilah, takdir mempertemukannya dengan Sam, seorang penyintas kanker yang memahami bebannya.

"Sam adalah sandaran utama saya saat melewati diagnosis kedua dan diagnosis LFS. Sam selalu bisa menemukan hal yang lucu di situasi apa pun, dan dia selalu tahu cara membangkitkan semangat serta mendukung saya," kata Liv dengan penuh rasa syukur.

Kini, Liv menjadi advokat penting dalam kampanye pencegahan kanker yang digagas oleh Cancer Research U.K. Fokus utamanya adalah mendukung uji klinis MILI, yang meneliti potensi metformin untuk mencegah kanker pada individu dengan Sindrom Li-Fraumeni.