JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kota Cilegon menghadapi tantangan signifikan dalam pencapaian target pendapatan daerah hingga pertengahan tahun 2026. Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon, Robinsar, secara resmi memberikan tugas khusus kepada pejabat eselon II.
Penugasan penting ini disampaikan langsung oleh Walikota Robinsar sesaat setelah dirinya memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cilegon. Momen tersebut berlangsung pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2026.
Adapun pejabat yang menerima amanah tambahan ini adalah Syafruddin, yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) III Kota Cilegon. Syafruddin kini merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon.
Fokus utama yang menjadi prioritas utama bagi Syafruddin sebagai Plt BPKPAD adalah upaya mendesak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah. Selain itu, ia juga diminta memperbaiki tata kelola aset dan keseluruhan keuangan daerah.
Pemberian tanggung jawab ekstra ini didasarkan pada evaluasi kinerja pendapatan daerah hingga penghujung Juni 2026 yang dinilai masih sangat tertinggal dari target. Realisasi pendapatan baru menyentuh angka Rp 682,45 miliar dari target ditetapkan sebesar Rp 1,935 triliun.
Angka realisasi tersebut setara dengan pencapaian sebesar 35,25 persen saja, yang menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara rencana dan capaian yang ada saat ini. Kondisi ini menuntut adanya langkah intervensi cepat dari pimpinan daerah.
Walikota Robinsar menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama menunjuk Syafruddin adalah rekam jejaknya yang dinilai baik saat mendampingi proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengalaman tersebut dianggap relevan untuk membenahi aspek keuangan.
"Kemarin PR sudah sudah saya berikan, berjalan dengan baik ya, ketika BPK kemarin. Alhamdulillah baik, sangat baik luar biasa. Jadi target berikutnya ini perihal peningkatan PAD," kata Robinsar.
Selain fokus pada penarikan pendapatan, Walikota Robinsar juga menekankan perlunya pembenahan struktural dalam pengelolaan aset dan penguatan tata kelola keuangan secara menyeluruh. Hal ini penting demi tercapainya optimalisasi sumber daya daerah.