JAKARTAHYPE.COM - Vokalis ternama dari grup musik Kotak, Tantri Syalindri, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban dugaan tindak penipuan. Kejadian ini diungkapkan langsung oleh Tantri melalui akun media sosial pribadinya, yakni Instagram Story.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas karena pelaku dugaan penipuan tersebut diduga merupakan orang yang dikenal dekat dengan Tantri, yaitu seorang teman sendiri. Informasi ini mulai tersebar luas sejak beberapa hari terakhir.

Tantri Syalindri telah secara aktif membahas mengenai dugaan penipuan ini selama kurang lebih tiga hari terakhir di platform berbagi cerita tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini telah menjadi perhatian seriusnya dalam beberapa waktu belakangan.

Lebih lanjut, Tantri menegaskan bahwa ia bukan satu-satunya pihak yang mengalami kerugian akibat dugaan perbuatan ini. Ia menyebutkan bahwa terdapat banyak orang lain yang juga diduga menjadi korban dari praktik yang sama.

Dalam unggahannya, Tantri Syalindri sempat mengisyaratkan bahwa total kerugian yang ditimbulkan dari dugaan penipuan ini bisa mencapai nominal yang sangat besar, bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga Rp10 Miliar.

Upaya konfirmasi lebih lanjut telah dilakukan oleh detikcom kepada Tantri Syalindri mengenai kebenaran dan detail lengkap dari unggahan Instagram Story pribadinya tersebut. Permintaan izin untuk mengutip unggahan juga telah dikirimkan.

Selain meminta izin pengutipan, pihak media juga telah berupaya meminta klarifikasi langsung dari Tantri Syalindri mengenai perkembangan kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi yang diterima.

Dikutip dari unggahan pribadinya, Tantri Syalindri menyampaikan bahwa ia telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh temannya sendiri. Hal ini menjadi titik awal terungkapnya dugaan kerugian yang lebih luas.

Dikutip dari unggahan yang dibagikan Tantri, ia mengungkapkan bahwa dampak dari kejadian ini tidak hanya dirasakan dirinya saja, melainkan juga melibatkan banyak pihak lain yang juga menjadi korban.