JAKARTA, JakartaHype.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, tren menyewa ponsel iPhone kembali menjamur di kalangan masyarakat yang ingin tampil maksimal saat momen lebaran. Layanan ini menjadi solusi praktis bagi warga yang mendambakan perangkat spesifikasi tinggi untuk dokumentasi tanpa harus merogoh kocek dalam untuk membeli unit baru.

Tingginya permintaan ini dipicu oleh kebutuhan pembuatan konten media sosial dan dokumentasi berkualitas tinggi saat momen berkumpul bersama keluarga besar. Selain itu, iPhone dianggap sebagai perangkat yang mumpuni untuk menunjang kelancaran komunikasi serta mobilitas selama periode mudik berlangsung.

Fenomena tersebut mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan teknologi secara praktis dan efisien sesuai durasi pemakaian. Kehadiran jasa penyewaan gawai di berbagai platform digital pun semakin memudahkan aksesibilitas publik terhadap teknologi premium dengan jangka waktu fleksibel.

Penelusuran di media sosial TikTok menunjukkan salah satu penyedia jasa, @sewaiphonejakarta, menawarkan berbagai unit mulai dari seri iPhone 8+ hingga iPhone 17. Sistem penyewaan yang ditawarkan terbagi ke dalam tiga kategori durasi, yakni paket harian, mingguan, hingga akumulasi bulanan.

Untuk varian termurah, iPhone 8+ disewakan dengan tarif Rp50 ribu per hari atau menyusut menjadi Rp27 ribu per hari jika penyewa mengambil paket satu bulan. Sementara itu, iPhone 17 dibanderol dengan harga Rp375 ribu per hari atau menjadi Rp190.200 per hari untuk durasi peminjaman langsung selama sebulan.

Beralih ke platform Instagram, akun @Rentaliph* turut menyediakan jasa serupa namun dengan fokus pada unit iPhone 11 Series hingga iPhone 17 Series saja. Akun ini mematok harga sewa iPhone 11 mulai dari Rp100 ribu per hari, sedangkan untuk varian Pro Max dihargai Rp150 ribu per hari.

Untuk kasta tertinggi, tarif sewa iPhone 17 Pro Max menyentuh angka yang cukup fantastis yakni mencapai Rp600 ribu untuk durasi pemakaian satu hari. Fenomena ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap penggunaan gawai kelas atas tetap tinggi meski hanya melalui skema penyewaan jangka pendek.