JAKARTAHYPE.COM - Sebuah fenomena kuliner baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, khususnya yang berasal dari Thailand. Fenomena ini melibatkan penyajian makanan penutup yang memiliki tampilan sangat tidak biasa.

Makanan yang menjadi sorotan utama adalah jenis pastry yang kini populer dan dikenal dengan sebutan Croissant Pattaya. Tren ini berhasil menarik perhatian luas karena presentasi visualnya yang sangat mencolok dan berbeda dari hidangan penutup konvensional.

Keunikan utama dari kreasi ini terletak pada bagian atasnya, di mana hidangan tersebut disajikan dengan topping yang terdiri dari serat-serat hitam halus. Tekstur dan visual dari topping inilah yang memicu reaksi beragam dari para pengguna internet.

Bukan menggunakan krim manis atau lapisan keju seperti umumnya kue, topping pada pastry ini justru menyerupai helai-helai tipis. Kreasi ini tidak hanya terbatas pada croissant saja, tetapi juga diaplikasikan pada varian kue tart lainnya.

Ketertarikan publik terhadap hidangan ini muncul bukan karena keunggulan rasa atau isiannya yang istimewa. Daya tarik utamanya justru terletak pada penampilannya yang memicu asosiasi visual tertentu di benak masyarakat.

Banyak warganet yang kemudian memberikan julukan tidak biasa pada hidangan tersebut. Hal ini disebabkan oleh kemiripan visual antara serat hitam halus tersebut dengan rambut halus, memicu perbandingan yang kemudian viral.

Dilansir dari berbagai sumber yang meliput perkembangan tren kuliner ini, kemunculan pastry unik ini memang sedang ramai terjadi di Thailand. Hal ini menunjukkan adanya inovasi kreatif dalam industri makanan di kawasan tersebut.

Salah satu pernyataan yang muncul dari pengamatan publik mengenai fenomena ini adalah mengenai visualisasi produk. "Bukan krim atau keju, kue ini disajikan dengan topping serat-serat hitam halus mirip rambut kemaluan," demikian pandangan yang berkembang di kalangan netizen mengenai tampilan pastry tersebut.

Selain itu, terdapat pula komentar mengenai variasi olahan yang ditawarkan oleh penjual. "Kreasinya ada croissant hingga kue tart," ungkap beberapa pengamat kuliner yang menyoroti beragamnya bentuk sajian yang menggunakan topping kontroversial tersebut.