JAKARTAHYPE.COM - Kebebasan dari jeratan hukum yang kini dirasakan penyanyi Piche Kota tidak serta-merta mengembalikan kehidupannya pada kondisi normal. Ia mengaku masih mengalami guncangan psikologis yang signifikan setelah sempat menyandang status tersangka dalam kasus pemerkosaan yang menjeratnya di Nusa Tenggara Timur.

Meskipun Pengadilan Negeri Atambua telah mengabulkan gugatan praperadilannya, yang berujung pada pembatalan status tersangka, Piche Kota mengutarakan perasaan asing terhadap kehidupan sosialnya. Hambatan utama yang dihadapinya adalah rasa takut untuk bertemu orang lain dan kesulitan dalam bersosialisasi.

"Saya sudah jarang keluar, keseharian saya mungkin cuma masih di rumah dan tidak, masih belum buat apa-apa," ungkap Piche Kota saat menjalani wawancara virtual pada Kamis (16/7/2026).

Penyanyi yang dikenal melalui ajang pencarian bakat ini secara terbuka mengakui adanya trauma mendalam yang dialaminya akibat kasus tersebut. Pengalaman ini meninggalkan jejak emosional yang perlu waktu untuk dipulihkan.

Dalam wawancara tersebut, Piche Kota juga menyampaikan, "Dan betul tadi Abang bilang ada trauma buat saya juga," mengindikasikan bahwa dampak psikologis tersebut telah dibenarkan oleh pihak lain yang mungkin dekat dengannya.

Kemenangan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Atambua memang membebaskan Piche Kota dari status hukum yang membebaninya. Namun, proses pemulihan mental dan emosional pasca pengalaman tersebut tampaknya menjadi tantangan baru baginya.

Perasaan asing dan ketakutan untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sosial menjadi gambaran betapa mendalamnya efek dari kasus yang pernah menjeratnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca-trauma hukum memerlukan pendekatan yang komprehensif.

Situasi yang dihadapi Piche Kota ini menjadi pengingat bahwa proses hukum, meskipun berujung pada pembebasan, dapat meninggalkan bekas luka psikologis yang mendalam bagi individu yang terlibat. Ia kini tengah berjuang untuk menemukan kembali kenyamanan dalam kehidupan sosialnya.

Dikutip dari sumber berita, Piche Kota mengungkapkan bahwa aktivitas sehari-harinya saat ini masih terbatas di rumah. Ia belum dapat kembali menjalani rutinitasnya seperti sedia kala, menunjukkan bahwa pemulihan membutuhkan proses yang tidak sebentar.