JAKARTAHYPE.COM - Salah satu destinasi wisata paling terkenal di Kota Milan, Italia, kini menghadapi tantangan konservasi yang tidak biasa. Ikon arsitektur yang sangat dihargai ini memerlukan proses restorasi segera setelah mengalami kerusakan fisik yang signifikan.
Kerusakan tersebut secara spesifik menimpa mosaik bergambar banteng yang terletak di lantai Galleria Vittorio Emanuele II. Lokasi ini merupakan pusat perbelanjaan bersejarah yang sangat ikonik di kota mode tersebut.
Penyebab utama dari kerusakan yang terjadi ini terbilang unik, yakni bersumber dari tradisi yang diyakini oleh para wisatawan yang berkunjung. Kebiasaan berulang dari pengunjung selama periode waktu yang panjang menjadi faktor utama kerusakan struktural pada lantai tersebut.
Mosaik banteng tersebut menjadi subjek ritual wajib bagi banyak turis yang mengunjungi area tersebut. Ritual ini berpusat pada bagian tertentu dari mosaik yang melambangkan banteng.
Banyak pengunjung sengaja melakukan gerakan memutar tumit kaki mereka tepat di atas bagian testis banteng pada mosaik lantai tersebut. Aksi ini dilakukan karena adanya kepercayaan kuat mengenai keberuntungan yang akan didapatkan.
Kepercayaan populer ini bahkan meluas hingga keyakinan bahwa melakukan ritual tersebut dapat menjamin seseorang akan kembali lagi mengunjungi Kota Milan di masa depan. Tradisi inilah yang kini berdampak buruk pada integritas mosaik bersejarah tersebut.
Galeri perbelanjaan bersejarah ini sendiri terletak berdekatan dengan salah satu landmark utama Milan, yaitu Katedral Duomo yang megah. Keunikan lokasi ini menambah nilai penting dari mosaik yang kini rusak tersebut.
Dikutip dari sumber berita yang meliput isu ini, "Mosaik banteng yang berada di lantai Galleria Vittorio Emanuele II mengalami kerusakan akibat kebiasaan pengunjung yang terus berulang selama bertahun-tahun."
Tradisi mencari peruntungan ini menunjukkan bagaimana interaksi antara budaya pariwisata dan pelestarian warisan budaya dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga. Kini, upaya restorasi menjadi prioritas untuk memulihkan keindahan ikonik tersebut.