JAKARTAHYPE.COM - Tiyo Ardianto, yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, belakangan ini menjadi sorotan publik. Sosok pemuda asal Kudus ini dikenal karena sikapnya yang vokal dalam mengkritik berbagai kebijakan pemerintah.

Aktivitas Tiyo di ruang publik terus berlanjut meskipun ia kerap menerima bentuk intimidasi digital yang diterimanya. Ia membuktikan bahwa latar belakang pendidikan nonformal tidak menghalangi seseorang untuk memimpin organisasi mahasiswa terbesar di salah satu kampus ternama di Indonesia.

Sorotan publik semakin intensif setelah Tiyo mengambil inisiatif menyurati UNICEF terkait kasus tragis seorang siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui surat tersebut, ia menyoroti dugaan kegagalan negara dalam memenuhi hak dasar anak, khususnya hak atas pendidikan.

Tiyo Ardianto menjadi viral bukan hanya karena gaya komunikasinya yang lugas, tetapi juga karena dianggap berhasil mengupas tuntas berbagai program pemerintah yang dianggap bermasalah. Sikap kritisnya ini kerap menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media.

Meskipun kerap dihantam badai intimidasi digital akibat sikapnya yang lantang, langkah Tiyo Ardianto tak gentar. Alih-alih surut, ia justru semakin aktif tampil di berbagai kesempatan, termasuk podcast dan acara televisi nasional untuk membahas isu-isu krusial yang meresahkan masyarakat.

Tiyo Ardianto menempuh pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus, Jawa Tengah, yang menyediakan pendidikan kesetaraan. Lembaga ini unik karena menggunakan pendekatan berbasis dongeng untuk mengembangkan kreativitas dan pemahaman materi peserta didiknya.

"Sayangnya, bukan jalanan mulus yang dilalui Tiyo untuk menjadi mahasiswa UGM. Pernah gagal masuk UGM dan UIN Sunan Kalijaga, akhirnya ia berhasil lolos lewat SBMPTN pada 2021 dengan pilihan jurusan pertamanya, yakni filsafat dengan skor rata-rata yang tinggi," demikian disampaikan Dikutip dari NewsChannel.

Pendidikan nonformal yang ditempuh Tiyo sering menjadi bahan perdebatan, di mana sebagian pihak menganggap lulusan Paket C memiliki keterbatasan dibandingkan lulusan sekolah formal. Namun, Tiyo berhasil mematahkan pandangan tersebut dengan menorehkan prestasi akademik dan kepemimpinan di UGM.

Selain kiprahnya di bidang kemahasiswaan, Tiyo Ardianto juga memiliki prestasi signifikan di bidang sastra. Ia pernah menjadi peserta Pertemuan Penyair Nusantara dan meraih juara nasional dalam Lomba Baca Puisi Inspiratif Penegak Kelangga.