JAKARTAHYPE.COM - Sebuah terobosan ilmiah yang signifikan baru-baru ini berhasil menyingkap rahasia geologis mendalam di balik Sungai Eufrat, salah satu koridor air paling vital dalam sejarah peradaban manusia di dunia. Penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana bentang alam sungai legendaris ini terbentuk secara evolusioner.

Tim peneliti internasional yang terlibat dalam studi ini telah mempublikasikan temuan penting mereka mengenai proses konvergensi yang melahirkan Sungai Eufrat seperti yang kita kenal saat ini. Temuan ini menggarisbawahi kompleksitas sejarah geologi di wilayah Timur Tengah.

Secara spesifik, studi tersebut menjelaskan bahwa Sungai Eufrat yang mengalir dewasa ini merupakan hasil peleburan dua sistem sungai prasejarah yang terpisah sebelumnya. Kedua sungai kuno ini memiliki peran krusial dalam membentuk topografi kawasan tersebut selama jutaan tahun.

Kedua sungai purba yang menjadi cikal bakal Eufrat ini secara ilmiah dinamakan Paleo-Karasu dan Paleo-Murat. Penamaan ini membantu para ilmuwan memetakan jalur air kuno tersebut dengan lebih akurat dalam catatan geologis.

Studi yang memuat detail penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi, Nature Geoscience, pada tanggal 1 Juni 2026. Publikasi ini menandai momen penting dalam disiplin ilmu geologi dan hidrologi regional.

Dinyatakan bahwa kedua aliran air kuno, Paleo-Karasu dan Paleo-Murat, mulai aktif mengalir melintasi wilayah yang kini mencakup Turki dan Suriah sekitar 5,4 juta tahun yang lalu. Periode waktu ini menempatkan pembentukan awal Eufrat jauh sebelum munculnya peradaban besar di Mesopotamia.

"Sebuah penemuan ilmiah signifikan berhasil mengungkap rahasia geologis di balik salah satu sungai terpenting dalam sejarah peradaban manusia, yaitu Sungai Eufrat," demikian inti dari temuan yang dipaparkan oleh tim peneliti tersebut.

Lebih lanjut, studi tersebut memberikan kerangka waktu yang jelas mengenai kapan dua sistem sungai purba ini mulai menyatu dan membentuk satu jalur air utama seperti yang teridentifikasi pada masa kini. Proses penyatuan ini merupakan kunci pemahaman proses geomorfologi regional.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, publikasi ini menegaskan pentingnya penelitian geologis untuk memahami konteks sejarah panjang dari infrastruktur alam yang mendukung kehidupan manusia selama ribuan tahun.