JAKARTAHYPE.COM - Peneliti dari Tiongkok baru-baru ini mengumumkan penemuan terobosan signifikan dalam teknologi penyimpanan data, yang berpotensi mengubah lanskap penyimpanan digital global. Inovasi ini menunjukkan kemampuan adaptasi teknologi Tiongkok meskipun Amerika Serikat dikenal memiliki sumber daya pengembangan teknologi canggih yang kuat.
Penemuan yang dinamakan 'DNA Cassette Tape' ini merupakan metode baru untuk menyimpan informasi digital, jauh berbeda dari perangkat konvensional seperti hard disk atau memori ponsel pintar. Metode ini memanfaatkan untaian DNA yang kemudian diintegrasikan ke dalam strip plastik dengan panjang mencapai 100 meter.
Kapasitas penyimpanan yang ditawarkan oleh pita DNA sepanjang 100 meter ini sangatlah masif, diperkirakan mampu menampung data setara 3 miliar lagu. Secara kuantitas, pita tersebut diklaim dapat menyimpan hingga 362 ribu terabyte data, atau setara dengan sekitar 60 miliar foto.
Perbandingan kapasitas ini menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan perangkat komersial saat ini; misalnya, laptop modern umumnya hanya menyimpan 0,5 hingga 2 TB, sementara ponsel pintar berkisar antara 125 GB hingga 256 GB.
Menurut para penulis penelitian tersebut, DNA memiliki potensi besar untuk menjadi media penyimpanan informasi generasi berikutnya karena kepadatan penyimpanannya yang sangat tinggi. "DNA berpotensi menjadi media penyimpanan informasi generasi berikutnya karena kepadatan penyimpanan yang tinggi," kata para penulis dalam penelitian tersebut, dikutip dari Live Science, Kamis (30/4/2026).
Tim peneliti juga menjelaskan bahwa konfigurasi gulungan pita DNA ini dirancang secara spesifik untuk mengoptimalkan penggunaan ruang material. "Konfigurasi gulungan pita DNA memaksimalkan pemanfaatan ruang material, membuat profitabiltas dna memperluas area yang ada dan kapasitas penyimpanan dengan meningkatkan panjangnya," imbuh tim peneliti.
Selain kapasitasnya, keunggulan utama penyimpanan berbasis DNA adalah daya tahannya yang luar biasa lama. Untaian DNA tersebut dilindungi oleh kerangka organik logam Metal-Organic Framework (MOF) yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Pita penyimpanan data ini diperkirakan dapat bertahan lebih dari 345 tahun pada suhu ruangan standar. Jika disimpan pada suhu 0 derajat Celsius, daya tahannya bahkan bisa mencapai 20 ribu tahun, dan kerusakan minor bahkan dapat diperbaiki menggunakan perekat transparan.
Proses pemulihan data dilakukan dengan menandai setiap segmen pita menggunakan kode batang unik yang mengidentifikasi file yang tersimpan di dalamnya. Mesin yang menyerupai pemutar kaset modern ditempatkan untuk memindai pita saat bergerak melewati dua rol.