JAKARTAHYPE.COM - Kasus Jeffrey Epstein yang mengungkap jaringan kekerasan seksual dan perdagangan manusia di kalangan elit Barat terus menarik perhatian publik, menyeret nama-nama besar seperti Bill Gates. Co-founder Microsoft ini sebelumnya cenderung menghindar dari sorotan media sejak namanya mencuat dalam berkas Epstein yang telah dirilis.
Setelah berbulan-bulan memilih diam, kini Gates dikabarkan siap untuk memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat pada bulan Juni mendatang. Informasi ini diperoleh dari pemangku kebijakan, dilansir dari BBC International.
Gates disebut sebagai tokoh kawakan terakhir yang akhirnya menyetujui panggilan untuk bersaksi di hadapan Komite Pengawasan DPR AS yang tengah menginvestigasi kasus Epstein secara mendalam.
Seorang juru bicara mengonfirmasi kesiapan Gates untuk memberikan keterangan. "Gates akan menjawab semua pertanyaan dari komite untuk mendukung proses penyelidikan," ujar juru bicara tersebut kepada BBC International, dikutip pada Kamis (9/4/2026).
Hingga saat ini, perlu digarisbawahi bahwa Bill Gates belum pernah dituduh melakukan pelanggaran oleh korban manapun dari Epstein. Penyertaan namanya dalam berkas investigasi juga tidak secara otomatis mengindikasikan adanya aktivitas kriminal.
Detail mengenai komunikasi dan hubungan Gates dengan mendiang pengusaha tersebut termuat dalam lebih dari tiga juta dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ) pada awal tahun ini. Jutaan dokumen lainnya masih menunggu untuk diungkapkan ke publik.
Pelepasan masif dokumen ini terjadi setelah Presiden Trump menandatangani undang-undang yang disahkan oleh Kongres pada November lalu. Undang-undang tersebut mewajibkan DoJ untuk merilis seluruh materi dari investigasi Epstein, yang kemudian mengungkap hubungan Gates dan Epstein secara terbuka.
Gates sempat membahas kedekatannya dengan Epstein saat bertemu dengan staf di yayasan amal miliknya, di mana ia mengaku bertanggung jawab atas tindakannya di masa lalu.
"Bill berbicara terus terang, menjawab beberapa pertanyaan secara perinci," kata Gates Foundation dalam sebuah pernyataan resmi mereka.