JAKARTAHYPE.COM - Laga pembuka Turki dalam keikutsertaan mereka di Piala Dunia, setelah penantian panjang sejak tahun 2002, berakhir dengan kekecewaan mendalam. Mereka harus mengakui keunggulan Australia dengan skor akhir 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Vancouver.

Perasaan terkejut dan tidak percaya menyelimuti kubu Turki, terutama kapten tim yang juga penggawa Inter Milan, Hakan Calhanoglu. Ia merasa hasil tersebut sangat tak terduga mengingat dominasi signifikan yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan berlangsung.

Secara statistik, Turki tampil superior dengan menguasai bola hingga 72 persen dan mencatatkan 30 tembakan, berbanding hanya 9 milik Australia. Namun, penguasaan bola yang masif ini gagal diterjemahkan menjadi gol penyeimbang, apalagi keunggulan.

Ironisnya, kedua gol Australia tercipta melalui skema serangan balik cepat (counter attack) yang efektif. Gol pertama dicetak oleh Nestory Irankunda di babak pertama, sementara gol kedua datang dari Connor Metcalfe pada menit ke-75 setelah terjadi kesalahan umpan balik dari İsmail Yüksek.

Calhanoglu, yang sebelumnya sempat memprediksi bahwa Turki akan mendominasi permainan melawan Australia yang dianggapnya memiliki kualitas skuad di bawah mereka, harus menyampaikan penilaian yang berbeda pasca-pertandingan. Ia mengakui bahwa strategi lawan sangat efektif memanfaatkan momentum transisi.

Mengenai hasil yang mengejutkan tersebut, Calhanoglu menyatakan, "Ini adalah hasil yang tidak terduga," dan melanjutkan, "Mereka berhasil mencetak dua gol melalui dua umpan panjang, sementara kami gagal memaksimalkan peluang yang diciptakan. Mereka hanya bermain mengandalkan serangan balik," ujar Hakan Calhanoglu.

Dilansir dari Tuttomercatoweb, pelatih Vincenzo Montella turut menyoroti beberapa faktor penyebab kekalahan tersebut. Ia mengidentifikasi adanya permulaan pertandingan yang lambat dan kesulitan timnya dalam mengantisipasi kekuatan fisik Australia saat melakukan transisi serangan.

Montella mengakui bahwa timnya tampak kesulitan dalam duel udara melawan fisik timnas Australia yang lebih unggul dalam situasi bola-bola atas. Hal ini semakin mempersempit margin kesalahan Turki di Grup D sejak awal turnamen bergengsi ini.

Bagi Calhanoglu, kekalahan ini terasa sangat berat mengingat ia memikul beban ekspektasi publik Turki yang telah menantikan penampilan Piala Dunia selama 24 tahun. Sebagai kapten dan pemain paling berpengaruh, ia diharapkan mampu mengubah penguasaan bola menjadi poin krusial.