JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kisah inspiratif dan edukatif mengenai perjuangan kesehatan seorang perempuan muda di Jakarta Pusat baru-baru ini menjadi sorotan utama di berbagai platform media sosial. Kisah ini menampilkan bagaimana seorang individu di usia 20-an harus menghadapi tantangan serius berupa gagal ginjal kronis stadium 5 yang memerlukan prosedur cuci darah rutin.
Sosok yang membagikan perjalanannya ini adalah Rolivia Virginia, yang kini berusia 27 tahun. Ia memutuskan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan pengalamannya melalui akun Instagram pribadinya sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat luas mengenai kondisi kesehatan yang dihadapinya.
Perjalanan medis Rolivia dimulai pada tahun 2020, saat usianya baru menginjak 21 tahun. Pada masa itu, dokter resmi mendiagnosisnya menderita gagal ginjal kronis yang sudah mencapai stadium 5 atau stadium akhir.
Dokter menjelaskan bahwa penyebab utama dari kerusakan fungsi ginjal tersebut adalah komplikasi dari penyakit autoimun lupus yang sudah lama diidapnya. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyakit autoimun jika tidak terkontrol dengan baik.
Rolivia mengungkapkan bahwa penyakit lupus yang dideritanya sudah ada sejak ia memulai masa kuliah. Penyakit ini secara progresif menyerang bagian vital tubuhnya, termasuk ginjal, hingga menyebabkan penurunan fungsi drastis.
"Jadi lupus aku itu terakhir menyerang ginjal sampai benar-benar turun fungsi," cerita pemilik akun IG @thecinnamonroli itu pada detikcom, Jumat (19/5/2026).
Kisah perjuangan Rolivia yang kini harus rutin menjalani terapi hemodialisis atau cuci darah menjadi pengingat penting akan pentingnya kesadaran terhadap penyakit autoimun dan dampaknya terhadap organ vital. Ia berharap kisahnya dapat meningkatkan pemahaman publik.
Dilansir dari detikcom, keputusan Rolivia untuk terbuka mengenai kondisi kesehatan ini diharapkan dapat memotivasi orang lain untuk lebih peduli terhadap gejala awal penyakit dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.