JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah mengintensifkan upaya perluasan cakupan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) di wilayahnya. Target ambisius ditetapkan untuk menjangkau jutaan warga yang selama ini belum terlindungi oleh program tersebut.
Fokus utama dari strategi perluasan ini diarahkan secara spesifik pada sektor informal yang memang belum diwajibkan secara penuh mengikuti regulasi nasional saat ini. Langkah ini diambil untuk memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja rentan.
Penegasan mengenai prioritas program ini disampaikan oleh pihak terkait, yang menyoroti perbedaan status hukum antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi landasan strategis dalam menentukan area garapan.
"Kalau BPJS Kesehatan sudah menjadi kewajiban Undang-undang. Yang belum menjadi kewajiban undang-undang kan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi kami akan garap yang belum menjadi kewajiban undang-undang," tegas salah satu perwakilan Pemprov Jabar.
Inisiatif proaktif Pemprov Jabar ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak penyelenggara jaminan sosial. Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyambut baik langkah ini.
Harjono Siswanto secara khusus mengapresiasi program yang dijalankan oleh Pemprov Jabar dalam rangka memperluas Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di wilayah tersebut. Hal ini dinilai sebagai terobosan penting.
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Tuai Pujian dan Kritik: Fenomena Etika di Panggung Dunia
Menurut Harjono, program yang kini berjalan di Jawa Barat tersebut berpotensi besar menjadi contoh dan model bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah memperluas perlindungan bagi pekerja rentan dan sektor informal.
"Kami terus berkolaborasi dan bersinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan di daerah untuk memperluas perlindungan pekerja, termasuk melalui subsidi dari pemerintah daerah," kata Harjono Siswanto.
Lebih lanjut, Harjono Siswanto menyatakan optimisme tinggi terhadap keberhasilan model yang diterapkan oleh Jawa Barat saat ini. Ia berharap praktik baik ini dapat direplikasi secara luas di berbagai daerah lain.