JAKARTAHYPE.COM - Seri pertandingan yang sebelumnya imbang 1-1 harus berlanjut dengan kemenangan tandang bagi San Antonio Spurs atas Portland Trail Blazers pada hari Sabtu, 25 April 2026, dengan skor akhir 120-108. Kemenangan ini diraih Spurs meskipun mereka tidak diperkuat oleh pemain kunci mereka, Victor Wembanyama, yang harus absen karena protokol gegar otak.
Tiga poin utama menjadi sorotan dalam kemenangan Spurs di Moda Center tersebut, sebagaimana dianalisis oleh Dan Titus, seorang Analis Fantasi. Keputusan pelatih Mitch Johnson untuk bertaruh pada pemain muda terbukti sangat efektif, terutama di paruh kedua pertandingan.
Fokus utama tertuju pada penampilan luar biasa Dylan Harper yang bangkit setelah jeda babak pertama. Harper yang hanya mencetak lima poin di paruh pertama, tiba-tiba meledak dengan mencetak 22 poin di paruh kedua, mengakhiri laga dengan total 27 poin melalui efisiensi 9 dari 12 percobaan tembakan.
Harper menunjukkan performa memukau dengan akurasi 4 dari 5 tembakan tiga angka dan 5 dari 6 dari garis lemparan bebas, sekaligus mencatatkan plus-24 tertinggi dalam gim tersebut. "Dia menyerang penutupan pertahanan Portland, melesakkan tembakan dengan percaya diri, membuat pembacaan yang cepat dan tegas, serta mampu menyelesaikan di area padat," tulis Dan Titus.
Harper juga mencetak sejarah, menjadi pemain termuda kedua dalam sejarah NBA yang mencetak 20 poin dari bangku cadangan dalam laga playoff. Selain itu, ia menjadi rookie keempat yang mencatatkan 25 poin dan 10 rebound saat memulai dari bangku cadangan dalam pertandingan playoff.
Kontribusi penting lainnya datang dari Carter Bryant, yang meskipun hanya mencetak tiga poin (1 dari 5 tembakan), dampaknya terasa signifikan pada pertahanan. Bryant berhasil mencatatkan 4 blok, 6 rebound, dan menutup pertandingan dengan plus-17.
"Keserakahan Bryant di papan pantulan menghasilkan empat offensive rebound dan pertahanannya menjadi penghalang yang dibutuhkan Spurs tanpa Wembanyama," ujar Dan Titus. Kepercayaan yang diberikan Mitch Johnson kepada Harper dan Bryant di paruh kedua laga tandang playoff menunjukkan perkembangan pesat keduanya.
Sementara itu, garda sophomore Stephon Castle menjadi motor serangan utama Spurs malam itu, memimpin tim dengan torehan 33 poin (10 dari 18 tembakan, 3 dari 4 tiga angka, 10 dari 11 tembakan bebas) disertai lima assist. Castle menunjukkan fokus ofensif sepanjang malam dan mencetak 11 poin krusial di kuarter keempat.
Portland sempat memimpin enam poin saat turun minum dan terlihat lebih unggul, namun strategi small-ball yang diterapkan Johnson di paruh kedua mengubah segalanya. Kombinasi serangan eksplosif Harper dan kontribusi fisik serta pertahanan Bryant dan Keldon Johnson membuat lini kedua Spurs selesai dengan surplus +61 untuk pertandingan tersebut.