JAKARTAHYPE.COM - Makanan ultra-proses (Ultra Processed Food/UPF) telah lama menjadi sorotan publik karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan fisik, termasuk peningkatan risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa dampak buruknya meluas hingga mengancam fungsi kognitif otak.

Sebuah studi ilmiah yang sangat relevan dengan isu kesehatan ini baru-baru ini dipublikasikan. Studi tersebut secara spesifik menyoroti korelasi antara kebiasaan makan sehari-hari dan kesehatan neurologis jangka panjang.

Dilansir dari laman CNN, penelitian tersebut diterbitkan pada bulan April 2026 di dalam jurnal bergengsi, Alzheimer's Association. Publikasi ini memberikan landasan ilmiah mengenai bahaya konsumsi UPF yang berlebihan.

Temuan utama studi ini menunjukkan adanya hubungan linier antara jumlah UPF yang dikonsumsi dengan penurunan kemampuan kognitif. Peningkatan konsumsi harian sebesar 10 persen saja sudah dapat memicu peningkatan risiko demensia.

Angka peningkatan 10 persen tersebut setara dengan asupan harian dalam porsi kecil, seperti mengonsumsi satu kantong kecil keripik kentang. Hal ini menggarisbawahi bahwa bahkan dalam jumlah yang dianggap kecil, risiko kesehatan tetap ada.

Fakta mengejutkan lainnya adalah temuan ini tetap berlaku meskipun individu tersebut secara umum memiliki pola makan yang sehat. Ini berarti makanan olahan tinggi memiliki potensi merusak yang sulit dinetralkan oleh nutrisi lain.

Penulis utama dari penelitian ini memberikan penekanan khusus mengenai implikasi temuan mereka terhadap populasi lansia dan paruh baya. Mereka menyatakan bahwa ada korelasi yang jelas antara pola makan ini dan penurunan fungsi otak.

"Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan UPF dikaitkan dengan penurunan perhatian dan peningkatan risiko demensia pada orang dewasa paruh baya dan lanjut usia," kata penulis utama studi, Barbara Cardoso.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih asupan makanan harian. Mengurangi porsi makanan ultra-proses adalah langkah preventif yang krusial untuk menjaga kejernihan berpikir di masa depan.