JAKARTAHYPE.COM - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menghadiri acara Srikandi Vol. 2 dengan tema "Women Shaping Creative Ecosystem" yang diselenggarakan di Lippo Nusantara Mall, Jakarta. Acara ini menjadi forum penting untuk membahas kontribusi signifikan perempuan dalam pertumbuhan industri kreatif nasional.
Wamen Ekraf Irene Umar memaparkan bahwa data menunjukkan sekitar 60 persen sektor ekonomi kreatif saat ini dipimpin oleh kaum perempuan. Peran ini sangat krusial dalam menyumbangkan perspektif estetika yang kuat serta meningkatkan kualitas kolaborasi di berbagai lini pekerjaan.
Beliau menekankan bahwa kreativitas yang dihasilkan oleh perempuan seringkali berkaitan dengan keindahan visual, dan hal ini perlu diseimbangkan dengan kebutuhan fungsional yang seringkali didukung oleh peran laki-laki. "Segala sesuatu yang kreatif pasti kan cantik-cantik. Yang punya mata untuk melihat yang bagus kaum perempuan, sedangkan kita juga membutuhkan kaum lelaki untuk make sure yang indah-indah juga functional, itulah ekonomi kreatif. Jadi ekonomi kreatif itu boleh dibilang salah satu industri yang secara gender itu sangat balance sekali,” ujar Irene Umar di lokasi acara.
Dominasi kontribusi perempuan ini terlihat sangat jelas pada beberapa subsektor utama seperti industri fesyen, kriya, dan kuliner. Namun, kontribusi tersebut kini mulai merambah ke sektor-sektor lain yang lebih teknis.
Keterlibatan talenta perempuan juga semakin menonjol di industri gim, yang terbukti dengan munculnya beberapa nama yang berhasil meraih prestasi di kancah internasional. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan mampu bersaing dan unggul di berbagai bidang kreatif.
Lebih lanjut, Wamen Ekraf mengingatkan bahwa esensi dari kreativitas dalam konteks ekonomi adalah kemampuan untuk menghasilkan nilai tambah nyata yang berkontribusi langsung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi negara. "Kreativitas harus mampu menciptakan nilai tambah dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, yang hadir sebagai pembicara utama. Ia mengapresiasi inisiatif Srikandi Vol. 2 sebagai wadah kolaborasi yang efektif antara pemerintah, pegiat ekraf, dan sektor swasta untuk mendukung pemberdayaan perempuan.
Wamen PPPA menjelaskan bahwa pemerintah memiliki peta jalan yang disebut Program Care Ekonomi. Program ini bertujuan untuk mengakui, mengurangi, dan mendistribusikan kembali beban pengasuhan atau yang dikenal sebagai 3R, demi mencapai kesetaraan gender dan meningkatkan partisipasi ekonomi kaum hawa.
"Adanya kesempatan yang sama, dengan ruang seperti ini yang sama, kita bergerak bersama. Artinya berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf memastikan ruang itu ada untuk para perempuan,” ujar Veronica Tan, menekankan pentingnya sinergi antar kementerian.