JAKARTAHYPE.COM - Model dewasa yang dikenal dengan nama Adva Lavie kini didakwa secara resmi oleh jaksa di Los Angeles terkait dugaan praktik pemerasan dan pencurian yang menargetkan pria-pria kaya yang telah lanjut usia. Kasus ini menjadi semakin mencuat karena tunangannya, miliarder asal Amerika Serikat, Stephen Cloobeck, juga ikut terseret dalam pusaran masalah hukum.
Menurut dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pihak kejaksaan Los Angeles, Lavie diduga kuat telah menjalankan serangkaian skema penipuan dengan modus romansa palsu sejak tahun 2023 hingga memasuki tahun 2025. Tindakan ini dilakukan dengan memanfaatkan platform aplikasi kencan daring untuk mendekati para korban yang menjadi target operasinya.
Lavie disebutkan memanfaatkan kedekatan emosional yang dibangunnya untuk mendapatkan akses masuk ke kediaman para korban yang merupakan pria-pria kaya. Setelah berhasil masuk, ia diduga melakukan serangkaian tindakan kriminal terhadap harta benda para korban.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
"Dia berpura-pura menjadi pacar dan teman perjalanan untuk mendapatkan akses ke rumah korban, lalu mencuri uang tunai, emas, dan barang-barang desainer mewah," ungkap jaksa dalam dokumen kasus tersebut. Dikutip dari dokumen kasus, hal ini menunjukkan bagaimana hubungan palsu tersebut dieksploitasi untuk keuntungan finansial.
Adva Lavie, yang juga dikenal dengan nama samaran Mia Ventura, dituduh secara spesifik mengincar pria-pria kaya yang usianya jauh lebih tua, serta menyasar perempuan muda di area-area mewah seperti Beverly Hills dan West Hollywood, hingga kawasan Los Angeles secara umum. Meskipun demikian, Lavie telah menyampaikan pembelaan diri bahwa ia menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Perkembangan kasus ini mencapai titik dramatis ketika tunangannya, Stephen Cloobeck yang berusia 64 tahun, ditangkap pada hari Selasa, 13 Mei 2026. Penangkapan ini terjadi karena Cloobeck diduga kuat berupaya melakukan upaya intervensi terhadap jalannya proses peradilan.
Cloobeck menghadapi total empat dakwaan resmi, mencakup tiga tuduhan percobaan menghalangi saksi dan satu tuduhan terkait melakukan panggilan telepon yang dianggap mengganggu. Setelah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian di West Hollywood, ia kemudian diizinkan pulang setelah berhasil memenuhi persyaratan jaminan sebesar US$300 ribu.
Hubungan romantis antara Lavie dan Cloobeck sendiri diketahui baru terjalin pada tahun 2025, dan delapan bulan kemudian, Cloobeck melamar Lavie pada momen Hari Valentine melalui sebuah tayangan video romantis yang disaksikan oleh tamu-tamu kalangan elite.
Akibat dari jeratan hukum ini, rencana pernikahan mereka yang semula dijadwalkan berlangsung di Yerusalem pada Juni 2026 terpaksa harus dibatalkan. Lavie saat ini diwajibkan untuk menyerahkan dokumen paspornya dan dilarang meninggalkan negara bagian California selama proses hukum terkait kasus yang menimpanya masih berjalan.