JAKARTAHYPE.COM - Fenomena kuliner dengan porsi yang sangat besar kembali menarik perhatian publik, kali ini terjadi di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sajian mie dengan tumpukan yang menyerupai gunung menjadi magnet bagi para pengunjung yang ingin mencoba tantangan makan dalam jumlah melimpah.

Tampilan visual dari mie segunung tersebut memang terbilang menggugah selera dan memicu rasa penasaran pengunjung untuk mencicipi hidangan tersebut. Banyak pengunjung yang tertarik untuk mengabadikan momen saat menyantap porsi makanan yang tidak lazim ini.

Namun, muncul pertanyaan penting mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh setelah seseorang berhasil menghabiskan seporsi mie dalam kuantitas yang sangat masif dalam satu waktu. Hal ini menjadi perhatian dari sisi kesehatan dan pola makan.

Menanggapi tren kuliner ekstrem ini, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Yaze, SpGK, memberikan pandangan profesional mengenai dampak langsung dari konsumsi makanan dalam porsi besar. Penjelasan ini penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurut pandangan ahli, mengonsumsi makanan dalam porsi sangat besar dalam sekali waktu tidak serta-merta menyebabkan kerusakan fatal pada organ tubuh secara instan. Tubuh manusia memiliki mekanisme adaptasi yang cukup baik untuk mengatasi lonjakan asupan makanan.

"Tubuh sebenarnya tidak langsung mengalami kerusakan hanya karena satu kali makan dalam porsi besar," jelas dr. Yaze, SpGK.

Meskipun tidak langsung merusak, dr. Yaze menekankan bahwa sistem pencernaan akan memberikan respons atau sinyal bahwa mereka sedang bekerja ekstra keras untuk memproses makanan tersebut. Sinyal ini bisa berupa rasa kenyang yang berlebihan atau ketidaknyamanan perut.

"Meski begitu, tubuh dapat memberikan sejumlah sinyal bahwa sistem pencernaan sedang bekerja lebih keras," tambah beliau.

Sinyal-sinyal ini merupakan indikasi bahwa lambung dan usus memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan dalam jumlah tersebut. Oleh karena itu, konsumsi berlebihan sesekali perlu dipertimbangkan dampaknya pada kenyamanan jangka pendek.