JAKARTAHYPE.COM - Banyak wanita di Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar karena harus memikul berbagai peran sekaligus, mulai dari mengurus rumah tangga, bekerja, hingga melanjutkan studi. Kondisi ini sering kali membuat banyak aspirasi pribadi terpaksa ditunda demi memenuhi kewajiban yang ada.

Solusi dan kiat untuk menyeimbangkan peran-peran tersebut dibagikan dalam acara Women's Space Mentorship Program 2026. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Paragon Corp dan APDC Indonesia yang diselenggarakan pada Sabtu (21/06/2026) di Jakarta.

Dalam sesi tersebut, Analisa Widyaningrum, yang menjabat sebagai CEO APDC Indonesia, membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu, psikolog, sekaligus trainer. Ia berbagi tentang proses perjuangan yang ia lalui untuk mencapai titik keberhasilan saat ini.

Acara ini diikuti oleh 60 peserta terpilih yang merupakan bagian dari 3.894 pendaftar wanita dari seluruh penjuru Indonesia. Analisa sempat bercerita mengenai mimpinya untuk melanjutkan studi ke luar negeri melalui beasiswa Erasmus sejak lulus S1, sebuah tantangan besar sebelum adanya program LPDP.

Perjalanan studinya ke luar negeri penuh liku, dimulai dari persiapan panjang sejak 2017, hingga ia hampir membatalkan mimpinya karena kondisi kesehatan orang tua dan mertuanya yang memburuk. Ia mengenang masa sulit tersebut dengan prinsip yang ia pegang teguh.

"Just do your best, let God do the rest," kata Analisa saat menceritakan bagaimana ia menghadapi masa-masa sulit tersebut dengan usaha dan doa terbaiknya ("Just do your best, let God do the rest," kata Analisa saat mengenang masa-masa sulit tersebut).

Dari pengalaman tersebut, Analisa merangkum pelajaran berharga menjadi empat langkah fundamental yang dapat diterapkan wanita multiperan untuk terus bertumbuh dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Langkah pertama yang ia tekankan adalah menemukan kejelasan atau clarity dalam setiap aspek kehidupan.

Kejelasan ini dapat dimulai dengan memahami empat komponen penting, yang pertama adalah core purpose atau alasan mendasar seseorang melakukan sesuatu. "Ini tidak bisa didapatkan di satu waktu. Tapi waktu hidup mulai berubah, inilah yang jadi pegangan kita," ujar Analisa mengenai core purpose.

Selanjutnya, wanita perlu mengidentifikasi core values atau nilai-nilai utama yang akan menjadi fondasi integritas seseorang di masa depan. "Nilai-nilai baik yang kamu bawa dari orang tua sejak kecil, silakan diingat-ingat. Karena kita dibentuk dan dibentuk oleh lingkungan kita," katanya mengenai pentingnya nilai-nilai yang dipegang.