JAKARTAHYPE.COM - Kreativitas dalam dunia kuliner seringkali melahirkan karya seni yang memukau, salah satunya terlihat dari kreasi kue yang dihasilkan oleh para baker berbakat. Salah satu contoh nyata dari keahlian ini tampak pada hasil karya Nurliza, seorang baker yang dikenal dengan kue motif batik yang sangat detail.
Kemampuan artistik Nurliza terlihat jelas dalam setiap kue yang ia sentuh, khususnya ketika ia mengaplikasikan motif batik yang rumit dan indah. Kue yang tadinya hanya sekadar hidangan manis kini bertransformasi menjadi sebuah karya seni yang dapat dinikmati.
Motif batik, yang biasanya identik dengan media kain atau lukisan, kini menemukan kanvas baru yang tidak biasa, yaitu adonan kue. Inovasi ini menunjukkan betapa luasnya ruang lingkup ekspresi artistik di bidang pastri kontemporer.
Baker yang bertanggung jawab atas kreasi memukau ini adalah Nurliza Mohd Jonis, yang berasal dari Malaysia. Ia berhasil memadukan warisan budaya melalui presentasi kuliner yang unik dan menarik perhatian publik.
Nurliza menjalankan bisnis kulinernya melalui merek yang ia dirikan, yaitu Crazepop. Melalui merek ini, ia secara konsisten menghadirkan kue-kue bertema batik yang telah diakui kualitas seninya.
Dilansir dari Says Malaysia pada tanggal 25 Juni, Nurliza secara aktif mengubah kue batik menjadi sebuah bentuk seni yang bisa disantap oleh konsumennya. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi dalam setiap goresan.
Ia secara teliti menggambar desain motif batik yang sangat rumit langsung di permukaan setiap kue yang ia kerjakan. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga otentisitas motif tradisional pada karyanya.
Dalam salah satu deskripsi mengenai karyanya, disebutkan bahwa "Kemampuannya jelas terlihat pada cake motif batik super detail dan cantik yang ia buat!" Ungkapan ini menegaskan kualitas visual dari kue-kue buatan Nurliza, kata perwakilan media tersebut.
Lebih lanjut, sumber berita tersebut juga menyoroti bagaimana Nurliza menjadikan kue sebagai media baru, "Motif batik tak hanya bisa dilukis atau dicetak di atas kain, tapi juga kue yang menjadi 'kanvas'nya." Hal ini disampaikan sebagai pengakuan atas inovasi medium yang digunakan oleh sang baker, sebagaimana dikutip dari Says Malaysia.