JAKARTAHYPE.COM - Aktris terkenal Emma Watson baru-baru ini membagikan sebuah anekdot lucu dari masa lalunya yang penuh kejutan dalam dunia selebriti. Cerita ini menyoroti kesalahpahaman yang sempat membuatnya panik karena mengira ia menjadi target utama media.

Peristiwa ini terjadi bertahun-tahun silam, ketika Watson masih sangat aktif terlibat dalam produksi film yang melambungkan namanya, yaitu seri Harry Potter. Momen tersebut ia ceritakan saat menghadiri sebuah forum penting di Inggris.

Secara spesifik, momen kocak ini dibagikan Watson ketika ia berpartisipasi dalam forum bisnis bertajuk United for Wildlife di London, Inggris Raya. Forum ini mempertemukan tokoh-tokoh untuk membahas isu konservasi satwa liar.

Watson menggambarkan situasi saat ia melihat dari dalam rumahnya sekelompok orang yang berjejer di depan pagar. Mereka membawa peralatan fotografi canggih dengan lensa yang tampak sangat panjang, memicu asumsi bahwa ia sedang dikepung.

Reaksi awal aktris tersebut adalah rasa terkejut dan kesiapan mental untuk menghadapi sorotan media yang intens. Ia sempat mengira bahwa hari itu adalah momen di mana ia benar-benar menjadi sasaran utama para fotografer.

"Saya berpikir, 'hari ini adalah harinya (diburu paparazzi). Itu terjadi, ya ampun,'" kata Emma sambil tertawa menceritakan kisah tersebut saat menghadiri forum bisnis United for Wildlife di London, Inggris Raya, dikutip dari People.

Namun, setelah beberapa saat, terungkap bahwa kerumunan fotografer tersebut tidak sedang mengincar dirinya sebagai bintang film terkenal. Ternyata, fokus utama dari kilatan kamera itu adalah objek lain yang menarik perhatian.

Fakta yang mengejutkan adalah bahwa semua perhatian fotografer tersebut ternyata tertuju pada seekor burung langka yang kebetulan melintas di area tersebut. Kesalahpahaman ini kemudian menjadi kenangan lucu baginya.

Peristiwa salah paham yang mengundang tawa itu terjadi beberapa tahun lalu, saat popularitasnya sedang berada di puncak berkat perannya dalam waralaba film fantasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kadang perhatian publik bisa saja teralihkan oleh hal tak terduga.