JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah responsif menyikapi kasus kekerasan terhadap satwa dilindungi jenis tapir yang terjadi di Kabupaten Mesuji baru-baru ini. Langkah tersebut diwujudkan melalui sebuah sayembara dengan imbalan finansial yang cukup signifikan bagi masyarakat.
Penyelenggaraan sayembara ini bertujuan untuk mendorong upaya penyelamatan satwa langka tersebut agar dapat ditangkap dalam keadaan hidup dan sehat. Hal ini menjadi prioritas utama dalam kerangka perlindungan fauna endemik di wilayah Lampung.
Informasi mengenai adanya sayembara ini juga dikonfirmasi dan disebarluaskan oleh Bupati Mesuji, Elfianah, melalui akun media sosial pribadinya. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam menangani isu konservasi ini.
Bupati Elfianah secara spesifik menyebutkan bahwa hadiah uang tunai senilai Rp50 juta telah disiapkan oleh Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, bagi penangkap yang berhasil membawa tapir dalam kondisi baik. Ini menjadi insentif besar bagi partisipasi publik.
Salah satu unggahan Bupati Elfianah di Facebook berisi ajakan kepada masyarakat luas untuk turut serta dalam upaya penangkapan tersebut. Beliau berharap informasi ini dapat tersebar luas demi mencapai tujuan konservasi.
"Mohon untuk disebar luaskan!! Siapa tahu anda yang beruntung akan diberi hadiah oleh Pak Gubernur Rp 50 juta," tulis Elfianah dalam unggahannya tersebut. Kutipan ini menegaskan adanya dorongan resmi dari kepala daerah setempat.
Hadiah sebesar Rp50 juta tersebut secara eksplisit dikaitkan dengan upaya penangkapan tapir hidup-hidup dan sehat, menunjukkan komitmen Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam memastikan keselamatan satwa tersebut pasca kejadian di Mesuji.
Langkah ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian tapir, yang merupakan salah satu fauna dilindungi di Indonesia. Upaya penangkapan yang aman menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dikutip dari beberapa sumber, sayembara ini merupakan respons cepat atas insiden yang menimbulkan keresahan publik terkait perlakuan terhadap satwa liar di area tersebut.